READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
STRATEGI KEMANDIRIAN TRENDING

PT PAL dan Naval Group Tandatangani Kerja Sama Transfer Teknologi Kapal Selam Scorpene Generasi Baru

PT PAL dan Naval Group Tandatangani Kerja Sama Transfer Teknologi Kapal Selam Scorpene Generasi Baru

PT PAL Indonesia dan Naval Group menandatangani kontrak pengembangan kapal selam Scorpene-2066 yang akan dibangun di Surabaya dengan transfer teknologi mencakup lambung tekanan tinggi, sonar array, dan CMS arsitektur terbuka. Kapal selam 2.000 ton ini mengusung baterai lithium-ion, 22 torpedo, rudal Exocet SM39, serta fitur siluman akustik tingkat lanjut. Proyek tiga unit yang mulai dikirim 2030 ini memperkuat peta jalan kemandirian alutsista laut nasional.

PT PAL Indonesia dan Naval Group Perancis resmi menandatangani kontrak pengembangan kapal selam Scorpene generasi baru, yang dinamai Scorpene-2066, untuk dibangun di galangan PT PAL Surabaya. Kapal selam dengan bobot selam 2.000 ton ini mengusung sistem propulsi diesel-elektrik yang dipadukan baterai lithium-ion, memberikan daya jelajah hingga 100 hari di bawah permukaan. Penandatanganan ini menandai lompatan strategis dalam penguasaan teknologi alutsista laut, di mana PT PAL tidak hanya menjadi galangan penerima pesanan, tetapi juga mitra pengembangan yang akan membangun kapal selam secara bertahap di dalam negeri.

Siluman Akustik dan Persenjataan Scorpene-2066

Scorpene-2066 didesain untuk menjawab tantangan peperangan bawah laut modern. Fitur siluman akustik ditingkatkan melalui penggunaan stealth coating pada lambung dan sistem propulsi pompa jet bertenaga rendah. Teknologi ini mengurangi kavitasi yang menjadi sumber kebisingan utama kapal selam, sekaligus menyerap gelombang sonar aktif sehingga menyulitkan deteksi oleh kapal permukaan maupun helikopter antikapal selam. Dengan karakteristik tersebut, kapal selam ini mampu bergerak senyap di perairan dangkal Nusantara yang penuh tantangan hidroakustik.

Dari sisi persenjataan, Scorpene-2066 dipersenjatai 22 torpedo berat serta rudal anti-kapal Exocet SM39. Kombinasi ini memberikan daya serang ofensif yang mematikan terhadap kapal permukaan dan kapal selam lawan dalam spektrum operasi jarak menengah hingga jauh. Kapal selam ini juga dirancang untuk menjalankan misi pengintaian jangka panjang berkat daya jelajah 100 hari dan sistem manajemen tempur yang terintegrasi penuh.

Spesifikasi teknis utama Scorpene-2066:

  • Bobot selam: 2.000 ton
  • Propulsi: diesel-elektrik dengan baterai lithium-ion
  • Daya jelajah: 100 hari
  • Persenjataan utama: 22 torpedo berat dan rudal anti-kapal Exocet SM39
  • Fitur siluman: stealth coating dan pompa jet bertenaga rendah

Transfer Teknologi dan Percepatan Kemandirian Industri Pertahanan Laut

Cakupan transfer teknologi menjadi pilar utama kerja sama ini. PT PAL akan menerima alih teknologi pembuatan lambung tekanan tinggi, sistem sonar array, serta integrasi Combat Management System (CMS) berbasis arsitektur terbuka. Dengan alih teknologi ini, PT PAL tidak hanya merakit, tetapi menguasai proses fabrikasi dan integrasi sistem yang selama ini menjadi pekerjaan rumah terbesar dalam pengembangan kapal selam nasional. Arsitektur CMS yang terbuka juga memberikan fleksibilitas bagi integrasi sensor dan senjata dari berbagai vendor, memudahkan pemeliharaan dan peningkatan kemampuan di masa mendatang.

Sebanyak tiga unit kapal selam akan dikirim secara bertahap mulai 2030. Skema pengiriman bertahap ini memberi kepastian bagi industri pendukung dalam negeri untuk membangun kapasitas manufaktur komponen, sekaligus membentuk ekosistem rantai pasok lokal yang berkelanjutan.

Proyek Scorpene-2066 memperkuat peta jalan kemandirian industri pertahanan laut nasional. Bagi pelaku industri dalam negeri, momentum ini harus dimanfaatkan dengan membangun ekosistem pemasok lokal untuk material lambung, sistem kelistrikan, baterai lithium-ion, serta perangkat lunak CMS. Ke depan, adopsi teknologi baterai lithium-ion dan arsitektur CMS terbuka dapat menjadi fondasi bagi program kapal selam mandiri berikutnya, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai hub industri kapal selam di Asia Tenggara.

PT PAL|Naval Group|Scorpene|transfer teknologi|kapal selam|alutsista laut
ENTITAS TERKAIT
Topik: kerja sama transfer teknologi kapal selam Scorpene generasi baru
Organisasi: PT PAL Indonesia, Naval Group Perancis
Lokasi: Surabaya
ARTIKEL TERKAIT