KEAMANAN INTEGRASI
TRENDING
TNI AU Uji Integrasi Sistem Komando Tempur Terpadu "Satria-Air C2" pada Latihan Angkasa Yudha
TNI Angkatan Udara melakukan uji operasional pertama sistem komando dan kendali terintegrasi "Satria-Air C2" dalam latihan besar Angkasa Yudha di Lanud Iswahjudi, Madiun. Sistem ini menghubungkan platform tempur utama seperti F-15EX, Rafale, dan KF-21 Boramae dengan asset pendeteksi darat Radar EL/M-2084, UAV MALE, serta pusat komando nasional. Arsitektur berbasis Common Operational Picture (COP) memungkinkan pertukaran data taktis secara real-time melalui datalink yang aman, mengurangi sensor-to-shooter time dari menit menjadi detik.
Integrasi melibatkan fusion data dari multi-source intelligence (SIGINT, GEOINT, MASINT) untuk menghasilkan single integrated air picture. Sistem ini juga terhubung dengan jaringan pertahanan udara nasional dan mampu berinteroperasi dengan sistem C2 TNI AD dan AL, menciptakan efek multi-domain yang terkoordinasi. Uji coba berfokus pada skenario penangkalan serangan udara massal dan dynamic targeting terhadap ancaman asimetris.
Pengembangan Satria-Air C2 merupakan kolaborasi antara Ditjen Pothan Kemhan, PT INTI, dan TNI AU, dengan tingkat kandungan dalam negeri mencapai 60% pada software dan middleware. Fase selanjutnya akan mengintegrasikan sistem ini dengan satelit komunikasi dan early warning defense SATRIA-2 milik Indonesia. Keberhasilan integrasi ini merupakan milestone kritis menuju tercapainya network-centric warfare capability yang matang.
ENTITAS TERKAIT
Topik: uji operasional sistem komando kendali, latihan militer, integrasi sistem pertahanan, network-centric warfare
Organisasi: TNI AU, TNI Angkatan Udara, Ditjen Pothan Kemhan, PT INTI, TNI AD, TNI AL
Lokasi: Lanud Iswahjudi, Madiun, Indonesia
ARTIKEL TERKAIT