READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

TNI AL Uji Coba Torpedo Berat Hibrida Berpemandu Fiber Optic Hasil Riset Dalam Negeri

TNI AL Uji Coba Torpedo Berat Hibrida Berpemandu Fiber Optic Hasil Riset Dalam Negeri

TNI AL berhasil menguji coba torpedo berat hibrida berpemandu fiber optic hasil riset dalam negeri dengan spesifikasi kecepatan 50 knot dan jangkauan 25 km. Dikembangkan konsorsium PT PAL, PT LEN, dan BPPT dengan investasi Rp 800 miliar, torpedo ini mengurangi ketergantungan pada impor dan membuka jalan bagi kemandirian alutsista bawah laut nasional. Keberhasilan uji coba menandai langkah maju dalam inovasi pertahanan laut Indonesia.

Pada 25 Agustus 2026, TNI AL sukses menggelar uji coba torpedo berat hibrida berpemandu fiber optic di perairan Selat Madura — sebuah tonggak baru dalam riset dan inovasi alutsista bawah laut nasional. Torpedo sepanjang 6,5 meter dengan diameter standar 533 mm ini mengintegrasikan sistem propulsi kombinasi mesin turbin gas dan motor listrik, menghasilkan kecepatan 50 knot dan jangkauan operasional hingga 25 km. Keunggulan utama terletak pada sistem pandu berbasis kabel fiber optic yang memungkinkan transmisi data video resolusi tinggi dan kontrol secara real-time dari kapal selam, memberikan resistensi tinggi terhadap countermeasure elektronik lawan.

Spesifikasi Teknis dan Arsitektur Hibrida Torpedo Nasional

  • Dimensi dan Kaliber: Panjang 6.500 mm, diameter 533 mm — kompatibel dengan tabung torpedo standar kapal selam dan kapal permukaan TNI AL.
  • Sistem Propulsi Hibrida: Kombinasi turbin gas untuk kecepatan tinggi dan motor listrik untuk silent running, memungkinkan fleksibilitas taktis dalam berbagai skenario pertempuran bawah laut.
  • Sistem Pandu Fiber Optic: Kabel serat optik ganda dengan redundansi memastikan transmisi data video dan telemetri kontinu tanpa gangguan, sekaligus tahan terhadap jamming dan decoy.
  • Performa: Kecepatan maksimum 50 knot, jangkauan 25 km, kedalaman operasi hingga 600 meter (dalam spesifikasi desain).

Proyek pengembangan torpedo ini dikerjakan oleh konsorsium strategis yang terdiri dari PT PAL, PT LEN, dan BPPT dengan total investasi sebesar Rp 800 miliar. Anggaran tersebut mencakup riset material komposit, uji statis sistem propulsi, hingga integrasi panduan fiber optic yang sepenuhnya diproduksi di dalam negeri. Keberhasilan uji coba menandai langkah maju signifikan dalam riset dan inovasi alutsista bawah laut nasional, sekaligus menekan ketergantungan pada torpedo impor seperti tipe Black Shark buatan Italia.

Implikasi Strategis bagi Kemandirian Industri Pertahanan Bawah Laut

Dari perspektif industri pertahanan, keberhasilan uji coba ini membuka peluang pengembangan torpedo berat hibrida generasi berikutnya dengan peningkatan jangkauan dan kemampuan otonom melalui kecerdasan buatan. Sistem pandu fiber optic memberikan keunggulan taktis dibandingkan torpedo kabel konvensional karena mampu menyajikan citra target dengan resolusi lebih tinggi dan resistensi terhadap interferensi elektromagnetik, menjadikannya solusi ideal untuk kapal selam modern seperti kelas Chang Bogo dan kelas Scorpène yang dioperasikan TNI AL. Selain itu, keberhasilan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan kemampuan riset dan pengembangan torpedo berat mandiri di Asia Tenggara, yang selaras dengan target kemandirian alutsista nasional 2045.

Sebagai rekomendasi strategis bagi pelaku industri pertahanan, perlu dilakukan akselerasi program sertifikasi tempur torpedo ini melalui uji tembak langsung dengan kapal selam operasional, serta pengembangan varian ringan untuk kapal permukaan dan sistem pertahanan pangkalan. Diversifikasi rantai pasok komponen lokal — seperti motor listrik, kemasan propelan, dan konektor fiber optic — harus diperkuat untuk memastikan skalabilitas produksi massal. Ke depan, integrasi teknologi ini ke dalam platform kapal selam nasional yang tengah dikembangkan oleh PT PAL akan menjadi game changer dalam membangun deterensi bawah laut yang modern dan berdaulat.

torpedo berat|hibrida|fiber optic|riset dalam negeri|TNI AL
ENTITAS TERKAIT
Topik: uji coba torpedo, hibrida, fiber optic, riset dalam negeri, alutsista bawah laut
Organisasi: TNI AL, PT PAL, PT LEN, BPPT
Lokasi: Selat Madura
ARTIKEL TERKAIT