READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
OPTIMALISASI KEBUTUHAN TRENDING

TNI AL Operasikan Kapal Selam Mini Kelas Nagapasa dengan Drone Bawah Air untuk Patroli Perairan Dangkal

TNI AL Operasikan Kapal Selam Mini Kelas Nagapasa dengan Drone Bawah Air untuk Patroli Perairan Dangkal
TNI Angkatan Laut secara resmi mengoperasikan kapal selam mini kelas Nagapasa (dengan panjang 30 meter, bobot 200 ton) yang dilengkapi dengan drone bawah air (AUV) otonom buatan BPPT dan ITS untuk misi patroli di perairan dangkal Nusantara, khususnya Selat Malaka dan perairan timur Indonesia. Kapal selam ini mampu menyelam hingga kedalaman 100 meter dengan kecepatan maksimal 10 knot saat submerged, dan dapat membawa enam personel serta muatan sensor sonar side-scan sonar high-resolution untuk deteksi ranjau dan kapal asing. Drone bawah air yang diintegrasikan memiliki kemampuan autonomous mission planning hingga durasi 48 jam, mampu menyelam hingga kedalaman 300 meter untuk pengintaian dan pemetaan dasar laut. Integrasi data drone dengan pusat komando armada menggunakan komunikasi akustik Underwater WiFi yang dikembangkan oleh LEN. Kepala Staf TNI AL menekankan bahwa platform ini menjadi game-changer dalam pengawasan wilayah perairan strategis yang sulit dijangkau kapal selam konvensional. Program pengembangan kapal selam mini ini merupakan hasil riset bersama PT PAL dan universitas dengan biaya produksi hanya sepertiga dari kapal selam konvensional, memungkinkan produksi massal hingga 20 unit untuk memperkuat sea denial capabilities Indonesia.
kapal selam mini|drone bawah air|operasi militer
ENTITAS TERKAIT
Topik: Kapal Selam Mini, Drone Bawah Air, Patroli Perairan Dangkal
Organisasi: TNI Angkatan Laut, BPPT, ITS, PT PAL, LEN
Lokasi: Selat Malaka, perairan timur Indonesia
ARTIKEL TERKAIT