READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
STRATEGI KEMANDIRIAN TRENDING

Strategi Kemhan: Tingkatkan Local Content Radar Kapal Perang hingga ☐ 70% dalam 5 Tahun

Strategi Kemhan: Tingkatkan Local Content Radar Kapal Perang hingga ☐ 70% dalam 5 Tahun

Kementerian Pertahanan menargetkan peningkatan local content radar untuk kapal perang menjadi 70% pada 2031 melalui strategi tiga pilar dan pendanaan riset material kunci seperti GaN. Implementasi melibatkan proyek modernisasi kapal dan model procurement hybrid yang menekankan transfer teknologi untuk membangun kapasitas manufaktur dalam negeri. Target teknis mencakup radar multifungsi dengan kemampuan tracking >200 target dan integrasi IFF Mode 5/S.

Peta jalan teknologi pertahanan nasional mengalami akselerasi strategis dengan diluncurkannya dokumen Strategi Kemandirian Industri Radar Kapal Perang oleh Kementerian Pertahanan. Target ambisiusnya adalah meningkatkan proporsi local content pada sistem radar untuk kapal perang dari baseline 40% saat ini menjadi minimal 70% pada tahun 2031, sebuah lompatan kapabilitas yang akan dikonsolidasikan dalam lima tahun ke depan. Strategi ini didorong oleh tiga pilar pengembangan inti: radar permukaan (surface radar) untuk KRI, radar pengawas udara (air surveillance radar), dan sistem electronic warfare angkatan laut, dengan pendanaan khusus dari DIPA Kemhan yang mengkatalisasi kolaborasi antara BUMN pertahanan, LEMHAN, dan pusat riset universitas.

Implementasi Teknologi dan Proyeksi Kapabilitas

Implementasi awal strategi ini akan dieksekusi melalui proyek modernisasi fregat kelas Ahmad Yani dan program korvet baru yang digarap BUMN PAL. PT INTI, yang ditunjuk sebagai lead integrator untuk radar pengawas udara, telah mencapai tonggak penting dengan menyelesaikan purwarupa antena array fase aktif (AESA) skala kecil. Alokasi dana riset sebesar Rp 2,1 triliun untuk pengembangan material semikonduktor Gallium Nitride (GaN) mengindikasikan fokus pada teknologi inti generasi berikutnya. Roadmap teknis yang diungkap mencakup target spesifikasi futuristik, di antaranya:

  • Pengembangan radar multifungsi dengan kemampuan tracking simultan terhadap lebih dari 200 target.
  • Integrasi sistem Identifikasi Kawan-Lawan (IFF Mode 5/S) untuk mengurangi risiko insiden tembak teman.
  • Peningkatan interoperabilitas data link dengan konstelasi satelit militer nasional.

Model Hybrid Procurement dan Transformasi Manufaktur

Untuk memitigasi risiko kesenjangan teknologi dan mempercepat kurva pembelajaran industri, Kemhan menerapkan model procurement hybrid yang canggih. Model ini menggabungkan pembelian sistem radar komersial dari mitra strategis luar negeri dengan klausul transfer teknologi yang komprehensif dan skema co-production. Pendekatan ini bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan operasional jangka pendek, melainkan dirancang sebagai mekanisme sistematis untuk meningkatkan kapasitas manufaktur, rekayasa balik (reverse engineering), dan penguasaan intellectual property di dalam negeri. Fokusnya adalah pada alih pengetahuan untuk komponen-komponen kritis seperti transmitter/receiver (T/R) modules, pemroses sinyal digital (DSP), dan perangkat lunak manajemen pertempuran.

Outlook teknologi untuk industri radar nasional menunjukkan potensi konvergensi dengan bidang kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan (cloud computing) untuk analisis data sensor secara real-time. Rekomendasi strategis bagi pelaku industri adalah untuk segera membentuk konsorsium riset yang solid guna menguasai teknologi material GaN dan Silikon Germanium (SiGe), serta mengembangkan standar antarmuka (interface) terbuka untuk memastikan integrasi yang mulus antara sistem radar buatan dalam negeri dengan platform kapal perang dan jaringan pertahanan yang lebih luas. Keberhasilan strategi ini akan mentransformasi local content dari sekadar komponen pendukung menjadi penggerak utama inovasi sistem sensor maritim masa depan.

radar|local content|kapal perang|transfer teknologi
ENTITAS TERKAIT
Topik: strategi kemandirian industri radar kapal perang, peningkatan local content, pengembangan radar, transfer teknologi
Organisasi: Kementerian Pertahanan, LEMHAN, BUMN, BUMN PAL, PT INTI
ARTIKEL TERKAIT