READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

Riset PT Len dan ITB Kembangkan Prosesor Kendali Tempur Berbasis RISC-V untuk Armada Tempur Future-Ready

Riset PT Len dan ITB Kembangkan Prosesor Kendali Tempur Berbasis RISC-V untuk Armada Tempur Future-Ready

Kolaborasi PT Len-ITB menghasilkan purwarupa mikroprosesor kendali tempur Garuda-C2 berbasis RISC-V, menandai tonggak kemandirian desain chip pertahanan dengan fitur keamanan hardware-based dan kemampuan AI terintegrasi. Prosesor ini dirancang untuk platform alutsista generasi depan seperti UCAV dan rudal jelajah, dengan roadmap menuju sertifikasi MIL-SPEC dan produksi skala terbatas pada 2027 untuk mengurangi ketergantungan impor. Inisiatif ini merupakan respons strategis terhadap ancaman disruption supply chain dan kerentanan siber pada komponen elektronik kritis.

Riset kolaboratif PT Len Industri dan Institut Teknologi Bandung (ITB) telah meluncurkan purwarupa mikroprosesor kendali tempur mutakhir berbasis arsitektur RISC-V, dengan kode Garuda-C2. Prosesor 8-core berfabrikasi 12nm ini beroperasi pada frekuensi 2.8 GHz dan terintegrasi dengan Neural Processing Unit (NPU) khusus untuk pemrosesan kecerdasan-buatan di ujung medan (edge computing). Pilihan pada RISC-V yang open-source ini merupakan strategi kunci untuk mencapai security-by-design pada level perangkat keras, membangun lapisan pertahanan fundamental terhadap ancaman pertahanan-siber yang semakin kompleks pada platform alutsista masa depan.

Arsitektur Garuda-C2: Menjawab Tantangan Integrasi Sistem Tempur Multidomain

Purwarupa Garuda-C2 dirancang sebagai otak komputasi terpadu untuk sistem senjata generasi mendatang, seperti rudal jelajah cerdas, UCAV (Unmanned Combat Aerial Vehicle), dan pusat komando taktis mobile. Intelijen utama prosesor ini terletak pada kemampuannya mengkonsolidasikan dan mengolah data dari beragam sensor—termasuk radar AESA, sistem electro-optical/infrared (EO/IR), dan electronic warfare (EW)—secara real-time dalam satu platform. Integrasi NPU memungkinkan algoritma AI/ML berjalan langsung di atas data mentah sensor, mengurangi latensi keputusan dan menghemat bandwidth komunikasi yang kritis dalam lingkungan tempur yang terdegradasi.

  • Spesifikasi Inti: 8-core CPU, fabrikasi 12nm, clock speed 2.8 GHz.
  • Modul Khusus: Neural Processing Unit (NPU) untuk inferensi AI pada perangkat edge.
  • Fitur Keamanan: Modul keamanan terenkripsi hardware-based untuk komunikasi data di medan perang.
  • Target Platform: Rudal, drone kombatan, sistem komando-kendali (C2), dan kendaraan tempur.

Roadmap Hardening MIL-SPEC dan Strategi Kemandirian Supply Chain

Setelah fase purwarupa, Garuda-C2 akan melalui proses hardening ketat untuk memenuhi standar ketahanan militer internasional. Roadmap teknisnya meliputi uji lingkungan sesuai MIL-STD-810H (getaran, suhu ekstrem, kelembapan) dan uji kompatibilitas elektromagnetik berdasarkan MIL-STD-461G untuk memastikan operasi bebas interferensi dalam ekosistem elektronik padat alutsista. Proses ini penting untuk memvalidasi keandalan prosesor dalam kondisi operasional sesungguhnya.

Dari sisi industrialisasi, PT Len menargetkan produksi skala terbatas pada Q4 2027 melalui fasilitas packaging dan testing di Bandung. Inisiatif ini tidak hanya sekadar riset akademik, tetapi sebuah lompatan strategis untuk mengurangi ketergantungan impor mikroprosesor kritis hingga 30%. Dengan menguasai desain berbasis RISC-V dan tahap akhir manufakturing, Indonesia secara proaktif mengamankan supply chain komponen elektronik pertahanan dari risiko gangguan geopolitik dan potensi kerentanan backdoor yang melekat pada solusi closed-architecture vendor asing.

Outlook teknologi untuk Garuda-C2 dan generasi penerusnya terletak pada evolusi menuju System-on-Chip (SoC) yang lebih terintegrasi, menggabungkan fungsi radio definisi perangkat lunak (SDR), pengolah sinyal digital (DSP), dan modul kriptografi quantum-resistant pada satu die. Rekomendasi strategis bagi ekosistem industri pertahanan nasional adalah mempercepat pembentukan foundry lokal atau kemitraan strategis untuk menguasai proses fabrikasi semikonduktor node lebih kecil (< 7nm), serta menyusun standar keamanan siber (pertahanan-siber) spesifik untuk hardware trusted computing base berbasis RISC-V. Langkah ini akan memperkuat pondasi kemandirian teknologi digital pertahanan yang future-proof dan berdaulat secara teknologi.

riset|mikroprosesor|RISC-V|pertahanan-siber|kecerdasan-buatan
ARTIKEL TERKAIT