Lembaga Riset Pertahanan Kementerian Pertahanan (Lemhanas) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil merealisasikan terobosan riset propelan solid generasi ketiga yang ramah lingkungan, dirancang khusus untuk aplikasi sistem roket kendali kaliber menengah TNI AD. Formula berbasis Hydroxyl-terminated polybutadiene (HTPB) dengan oksidizer Ammonium Perchlorate (AP) termodifikasi berhasil menyamai performa propelan konvensional dengan specific impulse (Isp) mencapai 260 detik, namun menghasilkan reduksi emisi gas korosif hidrogen klorida (HCl) hingga 85%. Pencapaian ini menandai transisi paradigma menuju logistik berkelanjutan dan peningkatan survivability alutsista nasional melalui pengurangan signature operasional.
Nano-Engineering dan Pemodelan CFD: Fondasi Kinerja Propelan Presisi
Kemajuan teknis ini didorong oleh konvergensi computational fluid dynamics (CFD) skala nano dan sintesis material polymer mutakhir. Algoritma pemodelan CFD memungkinkan simulasi presisi terhadap dinamika burning rate dan stabilitas pembakaran di bawah variasi tekanan dan temperatur ekstrem. Hasilnya, propelan ini menghasilkan burning rate exponent (n) sebesar 0.45, yang diterjemahkan ke profil daya dorong (thrust profile) yang lebih terkontrol dan linier—parameter kritis untuk peningkatan akurasi terminal pada sistem roket kendali berpemandu. Inovasi material diperkuat oleh pengembangan binder berbasis bio-based polymer yang memperpanjang storage life hingga 15 tahun dalam kondisi iklim tropis.
- Specific Impulse (Isp): 260 detik (setara standar operasional konvensional)
- Reduksi Emisi HCl: Hingga 85% selama fase pembakaran
- Burning Rate Exponent (n): 0.45 untuk kontrol thrust yang optimal
- Masa Simpan: 15 tahun dalam kondisi iklim tropis
- Material Binder: Bio-based polymer untuk keberlanjutan jangka panjang
Implikasi Strategis: Disrupsi Logistik dan Integrasi Platform Rudal Nasional
Keberhasilan riset propelan ramah lingkungan ini memiliki resonansi strategis langsung bagi program kemandirian alutsista. Formula ini telah ditargetkan untuk integrasi ke dalam platform rudal produksi dalam negeri, termasuk sistem R-HAN 122 buatan PT Dirgantara Indonesia dan platform pertahanan udara jarak sangat pendek (VSHORAD). Pengurangan korosivitas gas buang secara masif tidak hanya memperpanjang usia pakai launch tube dan komponen pendorong, tetapi juga secara signifikan menekan signature termal yang dapat dideteksi oleh sistem enemy IRST (Infrared Search and Track). Hal ini mentranslasikan ke peningkatan survivability sistem roket kendali TNI AD di medan tempur modern yang sarat sensor.
Roadmap pengembangan teknologi propelan nasional telah menetapkan fase selanjutnya menuju propelan generasi keempat dengan aditif nano-energetic dan kemampuan thrust modulation. Outlook teknologi ini merekomendasikan pelaku industri pertahanan nasional untuk memperkuat kolaborasi tri-helix antara pemerintah, akademisi, dan industri dalam mengembangkan rantai pasok material binder bio-based dan fasilitas pengujian CFD berkelas dunia. Investasi pada riset material termaju dan penguasaan digital twin untuk simulasi pembakaran akan menjadi kunci dalam mempercepat siklus inovasi dan mencapai kemandirian penuh dalam produksi propelan berkinerja tinggi dan berkelanjutan.