RISET & INOVASI ALUTSISTA
TRENDING
Riset Material Komposit Karbon untuk Aplikasi Pesawat N-219 dan UAV Tempur Masa Depan
Konsorsium riset yang dipimpin oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil mengembangkan material komposit karbon serat lokal dengan matriks epoxy untuk aplikasi struktur pesawat. Material dengan kode 'CCF-2B' ini memiliki rasio kekuatan terhadap berat (specific strength) 20% lebih tinggi daripada aluminium alloy 7075-T6, dengan sifat tahan korosi dan fatigue yang superior. Uji struktur pada komponen sayap dan fuselage prototipe pesawat N-219 versi maritime patrol menunjukkan peningkatan payload kapasitas hingga 300 kg.
Riset ini ditujukan untuk mendukung program light transport aircraft N-219 dan pengembangan UAV tempur kelas MALE (Medium Altitude Long Endurance) dalam negeri. Penggunaan komposit mengurangi radar cross section (RCS) secara signifikan, meningkatkan survivability UAV dalam lingkungan contested airspace. Proses manufaktur menggunakan teknik Automated Fiber Placement (AFP) yang diadopsi dari industri aerospace global, dengan target mengurangi biaya produksi komponen hingga 25% dalam skala massal.
Roadmap pengembangan material berlanjut ke nanocomposite dengan penambahan carbon nanotubes (CNT) untuk meningkatkan kekuatan dan konduktivitas listrik, yang diperlukan untuk aplikasi sistem de-icing dan lightning strike protection. Mastery of composite technology ini merupakan critical path menuju kemandirian dalam desain dan produksi platform udara tak berawak (unmanned aerial systems) generasi berikutnya, termasuk UAV armed reconnaissance dan loyal wingman untuk mendukung pesawat tempur utama.
ARTIKEL TERKAIT