READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

Riset & Inovasi Radar: LAPAN dan PT INTI Kolaborasi dalam Pengembangan Radar AESA Multifunction untuk Platform UAV MALE

Riset & Inovasi Radar: LAPAN dan PT INTI Kolaborasi dalam Pengembangan Radar AESA Multifunction untuk Platform UAV MALE

Kolaborasi LAPAN dan PT INTI mengembangkan radar AESA multifunction untuk UAV MALE dengan konfigurasi teknis 1.024 modul dan kemampuan scan 100°/detik. Roadmap industri menargetkan produksi 2029 dengan potensi substitusi impor USD 300 juta dan pembentukan ekosistem teknologi radar nasional yang berkelanjutan.

Teknologi radar Active Electronically Scanned Array (AESA) multifunction untuk platform UAV MALE (Medium Altitude Long Endurance) memasuki fase kritis melalui kolaborasi strategis antara LAPAN dan PT INTI. Konfigurasi teknis menampilkan arsitektur tile-based modular array dengan 1.024 modul transmit/receive beroperasi pada frekuensi 8–12 GHz dan daya puncak 2 kW. Sistem ini mengintegrasikan kemampuan simultan surveillance, target tracking, dan synthetic aperture radar (SAR) imaging dengan kecepatan scan 100° per detik — menciptakan sensor cerdas berplatform udara tak berawak dengan kemampuan tak tertandingi dalam domain surveillance modern.

Arsitektur Teknis dan Superioritas Operasional Radar AESA Multifunction

Keunggulan radar AESA multifunction dalam kolaborasi riset radar ini tidak hanya terletak pada parameter teknis spektakuler, tetapi pada karakteristik sistemik yang memberikan keunggulan taktis. Teknologi ini dirancang dengan prinsip low probability of intercept (LPI) yang mempersulit deteksi oleh sistem elektronika lawan dan memiliki ketahanan kuat terhadap jamming. Desain modular memungkinkan:

  • Skalabilitas konfigurasi sesuai misi spesifik UAV MALE
  • Kemudahan maintenance dengan availability rate di atas 95%
  • Integrasi seamless dengan platform seperti Elang Hitam
Integrasi sistem menghasilkan sinergi operasional dengan persistent surveillance coverage mencapai 200 km untuk target udara dan 50 km untuk ground moving target — menciptakan domain awareness yang belum pernah ada sebelumnya dalam arsenal pertahanan nasional.

Roadmap Industri dan Ekosistem Kemandirian Teknologi Radar Strategis

Kolaborasi LAPAN dan PT INTI dalam pengembangan radar AESA multifunction menandai titik balik kemandirian teknologi sensor strategis Indonesia. Roadmap pengembangan yang dirancang sistematis meliputi:

  • Prototype fungsional tahun 2027 dengan validasi operasional penuh
  • Mass production tahun 2029 untuk memenuhi kebutuhan strategis
  • Ekosistem pengembangan yang melibatkan PT LEN dalam pengolahan sinyal dan PT Dirgantara Indonesia dalam integrasi sistem
Analisis pasar industri pertahanan mengungkap potensi transformatif:
  • Kebutuhan TNI akan 20–30 unit radar AESA untuk UAV fleet dalam dekade mendatang
  • Substitusi impor senilai USD 300 juta melalui produksi domestik
  • Kemampuan ekspor teknologi ke negara mitra dengan requirement serupa
Riset radar ini membentuk fondasi ekosistem industri pertahanan berkelanjutan yang mengintegrasikan R&D, manufacturing, dan operational deployment dalam satu mata rantai kedaulatan teknologi.

Outlook teknologi radar AESA multifunction menunjuk pada konvergensi kecerdasan buatan dan sensor fusion sebagai lompatan strategis berikutnya. Pelaku industri pertahanan nasional perlu memperkuat kapabilitas dalam pengembangan algoritma processing data radar real-time dan integrasi sensor multimodal untuk menciptakan sistem command and control yang otonom. Rekomendasi strategis mencakup investasi dalam fabrikasi komponen RF domestik dan standardisasi interface untuk interoperability antarplatform, membentuk ekosistem teknologi radar yang benar-benar mandiri dan kompetitif di kancah global.

radar AESA multifunction|UAV MALE|LAPAN|PT INTI|riset radar
ENTITAS TERKAIT
Topik: riset radar, inovasi teknologi, pengembangan radar AESA multifunction, platform UAV MALE, kemandirian sensor, substitusi impor, radar surveillance
Organisasi: LAPAN, PT INTI, PT LEN, PT Dirgantara Indonesia, TNI
ARTIKEL TERKAIT