READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

Riset BPPT: Material Komposit Ramah Radar untuk Pesawat N-219

Riset BPPT: Material Komposit Ramah Radar untuk Pesawat N-219

BPPT dan PT DI berhasil mengembangkan material komposit penyerap radar berbasis serat karbon dan nanopartikel ferit yang mampu menekan RCS pesawat N-219 hingga 40% pada frekuensi X-band. Inovasi ini menargetkan produksi massal pada tahun 2028 dengan biaya tambahan hanya 5% dari harga dasar pesawat, menandai langkah strategis menuju kemandirian alutsista stealth nasional.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama PT Dirgantara Indonesia (PT DI) berhasil menciptakan material komposit penyerap radar (Radar Absorbing Material/RAM) generasi baru yang mampu menekan Radar Cross Section (RCS) pesawat N-219 hingga 40% pada frekuensi X-band (8–12 GHz). Inovasi yang diumumkan pada 27 Agustus 2026 ini memadukan serat karbon anyaman kontinu dengan nanopartikel ferit MnZnFe₂O₄, menghasilkan lapisan komposit hibrida yang secara simultan mengoptimalkan konduktivitas listrik dan permeabilitas magnetik. Material ini dirancang khusus untuk varian patroli maritim N-219, memberikan kemampuan stealth tanpa mengorbankan desain aerodinamis pesawat.

Inovasi Material RAM: Integrasi Serat Karbon dan Nanopartikel Ferit

Teknologi RAM karya BPPT dan PT DI mengandalkan dua mekanisme serapan gelombang elektromagnetik secara bersamaan. Serat karbon dengan densitas 1,8 g/cm³ mengalirkan arus eddy dan meredam gelombang melalui konduktivitas permukaan, sementara nanopartikel ferit berukuran 20–50 nm meningkatkan permeabilitas magnetik pada rentang 8–12 GHz. Hasil uji laboratorium menunjukkan material ini memiliki keunggulan spesifik:

  • Ketebalan lapisan RAM: 2,5–3,0 mm dengan berat hanya 1,2 kg per meter persegi, mempertahankan rasio kekuatan-berat tinggi N-219.
  • Efektivitas penyerapan: Reflection loss rata-rata -12 dB pada X-band, setara penurunan RCS 40% dibanding material aluminium standar.
  • Ketahanan lingkungan: Stabil pada suhu -40°C hingga 80°C, kelembaban 95%, serta tahan paparan air asin – sesuai standar militer untuk operasi maritim.
  • Metode produksi: Hand lay-up dan vacuum bagging memungkinkan adopsi langsung di fasilitas PT DI tanpa investasi alat baru.

Integrasi RAM pada struktur sayap dan badan pesawat N-219 tidak memerlukan perubahan desain aerodinamis signifikan. Material diaplikasikan sebagai lapisan tambahan pada panel komposit eksisting, sehingga bobot tambahan minimal dan tidak mengganggu performa terbang. Proses produksi yang efisien memastikan bahwa teknologi stealth ini dapat diadopsi secara bertahap tanpa menghentikan lini produksi utama.

Strategi Kemandirian Industri dan Proyeksi Produksi Massal

Keberhasilan riset ini merupakan hasil kolaborasi intensif BPPT, PT DI, dan Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir (PTBIN) – BATAN selama tiga tahun. Fokus riset lanjutan adalah optimasi produksi skala industri dan integrasi sistem avionik dengan material RAM. Tim pengembang menargetkan produksi massal mulai tahun 2028, dengan biaya tambahan hanya 5% dari harga dasar pesawat N-219 (sekitar Rp12 miliar per unit). Tahapan pengembangan mencakup:

  • Fase 1 (2027): Sertifikasi material oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan Kementerian Pertahanan sesuai standar MIL-STD-810H.
  • Fase 2 (2028): Produksi pilot batch sebanyak 10 unit panel RAM untuk uji terbang dan validasi kinerja stealth pada kondisi operasional nyata.

Keberadaan material komposit penyerap radar buatan dalam negeri ini menjadi langkah krusial menuju kemandirian alutsista nasional, khususnya dalam pengembangan varian pesawat dengan kemampuan stealth parsial. Dengan biaya tambahan yang sangat kompetitif, teknologi ini membuka peluang adopsi pada platform lain seperti pesawat nirawak dan helikopter serbu. Bagi pelaku industri pertahanan, inovasi BPPT dan PT DI menegaskan bahwa penguasaan material fungsional berskala nano adalah kunci untuk menciptakan alutsista yang adaptif terhadap ancaman radar modern. Riset lanjutan perlu difokuskan pada peningkatan bandwidth serapan dan integrasi dengan sistem electronic warfare agar N-219 patroli maritim mampu beroperasi di lingkungan kontestasi elektromagnetik yang semakin kompleks.

komposit|radar|N-219|BPPT|stealth
ENTITAS TERKAIT
Topik: Riset Material Komposit Penyerap Radar, Pesawat N-219, Teknologi Stealth
Organisasi: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), PT Dirgantara Indonesia
ARTIKEL TERKAIT