READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

Riset BPPT Hasilkan Material Komposit Stealth untuk Pesawat Tempur Masa Depan Indonesia

Riset BPPT Hasilkan Material Komposit Stealth untuk Pesawat Tempur Masa Depan Indonesia

Riset BPPT berhasil mengembangkan material komposit stealth berbasis serat karbon dan nanopartikel ferit, yang mampu mereduksi Radar Cross Section hingga 90% pada frekuensi X-band dan 30% lebih ringan dari aluminium. Material ini akan diuji pada drone target sebelum adopsi pada program pesawat tempur IFX (Indonesian Fighter eXperimental) yang dimulai pada 2027. Inovasi ini memperkuat kemandirian industri pertahanan Indonesia dalam produksi material pesawat tempur masa depan.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berhasil menyelesaikan riset material komposit penyerap gelombang radar (RAM) berbasis serat karbon dan nanopartikel ferit, yang mampu mereduksi Radar Cross Section hingga 90% pada frekuensi X-band (8-12 GHz). Material komposit stealth ini dikembangkan untuk aplikasi pesawat tempur masa depan Indonesia, dengan spesifikasi teknis yang unggul dalam ketahanan suhu hingga 350°C dan bobot 30% lebih ringan dari aluminium standar. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam riset dan kemandirian industri pertahanan nasional, terutama untuk program pesawat tempur IFX (Indonesian Fighter eXperimental) yang akan dimulai konseptual desain pada 2027.

Spesifikasi Teknis Material Komposit Stealth dan Uji Laboratorium

Berdasarkan data dari BPPT, material komposit ini dirancang untuk konfigurasi pesawat tempur generasi berikutnya, termasuk sayap delta dan intake S-bend yang meminimalkan deteksi radar. Hasil uji laboratorium menunjukkan performa signifikan dalam meredam gelombang elektromagnetik, dengan tingkat serapan mencapai 90% pada rentang frekuensi kritis militer. Spesifikasi utama material ini meliputi:

  • Ketahanan suhu hingga 350°C, memungkinkan aplikasi pada area mesin dan struktur aerodinamis yang terpapar panas tinggi.
  • Bobot 30% lebih ringan dibandingkan material aluminium standar, meningkatkan efisiensi bahan bakar dan kemampuan manuver pesawat.
  • Basis serat karbon dan nanopartikel ferit, memberikan kombinasi kekuatan struktural dan sifat penyerap radar yang optimal.
  • Kompatibel dengan sistem produksi lokal, menggunakan teknologi yang dikembangkan bersama PT Dirgantara Indonesia dan ITB.

Uji coba material ini akan dilakukan pada drone target sebagai platform validasi, dengan panel komposit stealth terintegrasi dalam struktur drone. Jika lolos uji, material ini akan menjadi komponen kunci dalam program riset material pesawat tempur IFX, yang dijadwalkan memasuki tahap konseptualisasi desain pada 2027.

Kolaborasi Riset dan Dampak pada Industri Pertahanan Nasional

Riset material komposit stealth ini didanai oleh Dana Riset Kreatif Produktif Kemenristek dengan alokasi Rp350 miliar, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung kemandirian alutsista. Proyek ini melibatkan kolaborasi strategis antara BPPT, PT Dirgantara Indonesia (PTDI), dan Institut Teknologi Bandung (ITB), yang memastikan transfer teknologi dan peningkatan kapasitas industri dalam negeri. Tahapan pengembangan material meliputi:

  • Sintesis nanopartikel ferit dan fabrikasi serat karbon di laboratorium BPPT dan ITB.
  • Desain dan produksi panel uji coba di PTDI, dengan metode yang dapat direplikasi untuk produksi massal.
  • Integrasi material pada drone target untuk uji terbang dan validasi performa stealth.
  • Evaluasi teknis dan ekonomi untuk potensi adopsi pada program IFX.

Keberhasilan riset ini menempatkan Indonesia pada posisi yang lebih kuat dalam rantai pasok material komposit stealth global, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor material pesawat tempur. Dengan kemampuan memproduksi RAM berperforma tinggi secara mandiri, industri pertahanan nasional dapat mempercepat pengembangan platform tempur generasi baru seperti pesawat tempur IFX.

Outlook teknologi: Ke depan, optimasi material komposit stealth berbasis serat karbon dan nanopartikel ferit harus diperluas untuk aplikasi radar dan drone pengintai. Rekomendasi strategis bagi pelaku industri pertahanan adalah memperkuat kolaborasi riset antara lembaga pemerintah, akademisi, dan BUMN, serta investasi pada infrastruktur fabrikasi komposit tingkat tinggi. Dengan demikian, Indonesia dapat mempertahankan momentum inovasi alutsista dan bersaing di panggung global pertahanan.

riset|komposit stealth|BPPT|pesawat tempur|material
ENTITAS TERKAIT
Topik: riset material komposit stealth, pesawat tempur
Organisasi: BPPT, PT Dirgantara Indonesia, ITB, Kemenristek
Lokasi: Indonesia
ARTIKEL TERKAIT