READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

Riset Bahan Peledak Berdaya Ledak Tinggi Berbasis CL-20 Berhasil Dikembangkan BRIN dan Dahana

Riset Bahan Peledak Berdaya Ledak Tinggi Berbasis CL-20 Berhasil Dikembangkan BRIN dan Dahana

BRIN dan Dahana berhasil mengembangkan bahan peledak CL-20 dengan densitas energi 2,1 kali RDX dan kecepatan detonasi 9.800 m/s. Riset ini didanai Rp87 miliar melalui program PRIPERTAHAN, menargetkan pilot plant 5 ton/tahun pada 2027 untuk kemandirian alutsista dan potensi ekspor.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT Dahana (Persero) berhasil menyelesaikan riset pengembangan bahan peledak berdaya ledak tinggi berbasis senyawa CL-20 (Heptanitrocubane). Material ini mencatatkan densitas energi 2,1 kali lipat lebih besar dibandingkan RDX standar dengan kecepatan detonasi mencapai 9.800 meter per detik. Dalam uji laboratorium, CL-20 menunjukkan stabilitas termal hingga 280°C dan sensitivitas terhadap benturan yang lebih rendah dari HMX, menjadikannya kandidat kuat untuk aplikasi hulu ledak rudal jarak jauh dan torpedo. Riset ini merupakan bagian dari program Pendanaan Riset Inovatif Produk Pertahanan (PRIPERTAHAN) Kementerian Pertahanan dengan total anggaran Rp87 miliar.

Sintesis CL-20: Proses Nitrasi Bertingkat dengan Reaktor Kontinu Bertekanan Tinggi

Proses sintesis CL-20 dilakukan melalui metode nitrasi bertingkat menggunakan reaktor kontinu bertekanan tinggi yang dikembangkan bersama Institut Teknologi Bandung. Teknologi ini memungkinkan produksi dengan tingkat kemurnian tinggi dan konsistensi kualitas yang diperlukan untuk standar militer. BRIN menargetkan pembangunan pilot plant berkapasitas 5 ton per tahun pada 2027 untuk memenuhi kebutuhan TNI dan membuka peluang ekspor ke negara mitra. Berikut spesifikasi teknis utama bahan peledak CL-20 hasil riset:

  • Densitas energi: 2,1 kali lebih tinggi dari RDX
  • Kecepatan detonasi: 9.800 m/s
  • Stabilitas termal: hingga 280°C
  • Sensitivitas benturan: lebih rendah dari HMX
  • Metode sintesis: nitrasi bertingkat dengan reaktor kontinu bertekanan tinggi
  • Kapasitas produksi target: 5 ton/tahun (2027)

Dampak Strategis bagi Kemandirian Alutsista Nasional

Keberhasilan riset Bahan Peledak CL-20 ini menempatkan Indonesia pada peta negara pengembang material energetik generasi baru. Dengan karakteristik unggul, CL-20 dapat diintegrasikan ke dalam hulu ledak rudal jarak jauh dan torpedo buatan dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada impor. PT Dahana sebagai prime mover industri bahan peledak nasional siap melakukan hilirisasi hasil riset ini. Selain memenuhi kebutuhan TNI, potensi ekspor ke negara mitra strategis juga terbuka lebar, sejalan dengan target pemerintah meningkatkan kemandirian industri pertahanan.

Ke depan, pelaku industri pertahanan nasional disarankan untuk segera menjajaki kerja sama riset lanjutan dengan BRIN dan Dahana, khususnya dalam uji integrasi dengan platform rudal dan torpedo eksisting. Pengembangan skala produksi komersial dan sertifikasi standar NATO untuk CL-20 juga perlu menjadi prioritas agar produk ini dapat bersaing di pasar global. Dengan fondasi riset yang solid, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi supplier bahan peledak berdaya ledak tinggi di kawasan Asia-Pasifik.

BRIN|Dahana|Bahan Peledak|CL-20|Riset
ENTITAS TERKAIT
Topik: riset bahan peledak, CL-20, pertahanan
Organisasi: BRIN, PT Dahana (Persero), Institut Teknologi Bandung, TNI, Kementerian Pertahanan
ARTIKEL TERKAIT