READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

Rheinmetall dan PT Pindad Uji Kinerja Amunisi 155 mm di Dataran Tinggi

Rheinmetall dan PT Pindad Uji Kinerja Amunisi 155 mm di Dataran Tinggi

Rheinmetall dan PT Pindad melakukan uji balistik amunisi 155 mm di dataran tinggi, mengukur akurasi dan performa propelan pada kondisi ekstrem. Pengujian ini melibatkan varian HE, base bleed, dan smoke projectile dengan sistem fusing elektronik dan instrumented projectile telemetri, mendukung sertifikasi untuk SSPH1 Primus dan artileri TNI AD. Program ini mempercepat alih teknologi dan kemandirian produksi munisi kaliber besar Indonesia pada 2028.

Rheinmetall AG bersama PT Pindad (Persero) telah menyelesaikan serangkaian uji balistik amunisi proyektil 155 mm di area dataran tinggi dengan tekanan udara rendah dan suhu ekstrem, mencapai ketinggian lebih dari 1.500 meter di atas permukaan laut. Pengujian ini dirancang untuk mengukur akurasi, dispersi, serta performa propelan pada kondisi lingkungan yang menantang, memberikan data krusial untuk kalibrasi sistem howitzer dan memastikan konsistensi kualitas produksi munisi nasional. Dengan menggunakan instrumented projectile yang mengirim data telemetri secara real-time, tim R&D memantau tekanan internal laras dan parameter balistik lainnya, memperkuat fondasi kemandirian industri pertahanan Indonesia dalam memproduksi amunisi kaliber besar.

Spesifikasi Teknis dan Teknologi Fusing Masa Depan

Amunisi yang diuji mencakup tiga varian utama: high explosive (HE), base bleed (BB), dan smoke projectile, dengan jarak tembak maksimum mencapai 40 kilometer. Sistem fusing elektronik terbaru memungkinkan pemrograman mode airburst, yang dirancang untuk melawan infanteri bercokol dan memperkuat kemampuan radar counter-battery. Berikut adalah rincian spesifikasi teknis yang diuji:

  • High Explosive (HE): Daya ledak tinggi dengan fragmentasi optimal untuk menghancurkan target titik dan area.
  • Base Bleed (BB): Mengurangi drag aerodinamis untuk meningkatkan jarak tembak, memungkinkan dukungan artileri jarak jauh hingga 40 km.
  • Smoke Projectile: Menyediakan tabir asap untuk operasi penyembunyian dan penandaan target.
  • Sistem Fusing Elektronik: Memungkinkan pengaturan mode airburst, point detonating, dan delay, dengan pemrograman melalui antarmuka digital.
  • Instrumented Projectile: Mengirim data telemetri real-time tentang tekanan laras, suhu propelan, dan akselerasi proyektil, mempercepat analisis performa.

Data yang diperoleh dari uji ini akan menjadi dasar sertifikasi amunisi untuk digunakan pada sistem senjata SSPH1 Primus dan meriam artileri yang dioperasikan TNI AD. Kerja sama antara Rheinmetall dan Pindad dalam program R&D ini tidak hanya meningkatkan akurasi dan keandalan munisi, tetapi juga mempercepat alih teknologi di bidang propelan, bahan peledak, dan sistem fusing dalam negeri.

Dampak Strategis bagi Kemandirian Industri Pertahanan

Program riset ini sejalan dengan target kemandirian produksi munisi kaliber besar Indonesia pada tahun 2028. Dengan mengintegrasikan teknologi telemetri dan sistem fusing canggih, Pindad dapat memproduksi amunisi 155 mm yang memenuhi standar internasional, mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat rantai pasok pertahanan nasional. Hasil uji di dataran tinggi juga memberikan data berharga untuk mengoptimalkan performa artileri di berbagai medan, dari pegunungan hingga pesisir, yang relevan dengan kebutuhan TNI AD.

Outlook teknologi menunjukkan bahwa inovasi dalam sistem fusing elektronik dan instrumented projectile akan menjadi game-changer bagi industri artileri global. Rekomendasi strategis bagi pelaku industri pertahanan nasional adalah untuk memperkuat investasi R&D di bidang propelan dan bahan peledak, serta mengembangkan kemitraan dengan pemain global seperti Rheinmetall untuk mempercepat adopsi teknologi dual-use. Dengan fokus pada akurasi, jangkauan, dan keandalan, Indonesia dapat memposisikan dirinya sebagai produsen munisi kaliber besar yang kompetitif di pasar Asia Tenggara dan global.

Rheinmetall|Pindad|amunisi 155mm|artileri|R&D
ENTITAS TERKAIT
Topik: uji kinerja amunisi 155 mm, alih teknologi, kemandirian produksi munisi
Organisasi: Rheinmetall, PT Pindad, TNI AD
Lokasi: Indonesia
ARTIKEL TERKAIT