Pusat Riset Rudal dan Roket LAPAN berhasil melaksanakan uji statis bahan bakar padat ramah lingkungan untuk rudal jarak jauh dengan jangkauan 300 km di fasilitas uji Garut, Jawa Barat. Inovasi ini menggantikan oksidator konvensional ammonium perchlorate (AP) dengan ammonium dinitramide (ADN), menghasilkan dorongan spesifik (Isp) hingga 265 detik — setara dengan propelan standar militer — dengan reduksi emisi gas beracun mencapai 60%. Keberhasilan ini menandai lompatan teknologis dalam pengembangan sistem propulsi rudal strategis Indonesia yang lebih efisien dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi LAPAN dalam rantai riset inovasi alutsista nasional.
Revolusi Propulsi: ADN dan Kemandirian Industri Pertahanan
Transformasi formulasi bahan bakar padat dari AP ke ADN membawa dampak signifikan terhadap jejak lingkungan uji coba rudal. ADN, sebagai senyawa berenergi tinggi, tidak menghasilkan asam klorida (HCl) saat terbakar — kontributor utama hujan asam di area uji dan lahan operasional. Secara teknis, karakteristik balistik ADN tetap memenuhi tuntutan rudal jarak jauh dengan spesifikasi sebagai berikut:
- Dorongan spesifik (Isp) 265 detik pada tekanan ruang bakar nominal, identik dengan HTPB/AP baseline.
- Temperatur pembakaran terkontrol di bawah 3.200 K, memungkinkan penggunaan material nosel standar tanpa degradasi berlebih.
- Kandungan partikulat padat dalam gas buang berkurang drastis, meningkatkan akurasi kendali vektor dorong.
- Efisiensi volumetrik bahan bakar tetap di atas 1,7 g/cc, sehingga tidak mengorbankan jangkauan rudal.
LAPAN mencatat bahwa efisiensi volumetrik bahan bakar ini tetap di atas 1,7 g/cc, sehingga tidak mengorbankan jangkauan rudal. Dengan demikian, teknologi ADN siap menggantikan generasi propelan konvensional pada sistem rudal taktis dan strategis Indonesia. Keunggulan ini tidak hanya memperkuat kemandirian alutsista, tetapi juga sejalan dengan regulasi lingkungan global yang semakin ketat di sektor pertahanan.
Kolaborasi BUMN Menuju Uji Terbang 2027
Pengembangan sistem propulsi ini tidak berdiri sendiri. LAPAN menggandeng PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dalam konsorsium riset inovasi nasional. Langkah konkret yang tengah berjalan meliputi:
- Integrasi motor roket ADN ke rudal darat-ke-darat jarak 300 km, sebagai prototipe pertama yang dijadwalkan uji terbang pada 2027.
- Modifikasi desain tabung motor dan sistem ignisi untuk mengakomodasi profil pembakaran ADN yang lebih stabil.
- Validasi sistem kendali penerbangan (autopilot) terhadap impuls spesifik yang konsisten di berbagai suhu lingkungan.
Kolaborasi ini memperkuat kemandirian alutsista nasional melalui penguasaan rantai pasok propelan dari hulu ke hilir. PT DI juga akan mengadaptasi sistem propulsi yang sama untuk rudal anti-kapal berbasis darat dan udara, memperluas potensi aplikasi teknologi ADN ke seluruh platform serang strategis TNI. Dari perspektif strategis, pengurangan emisi beracun secara langsung memperkecil risiko kontaminasi lahan uji dan meningkatkan keselamatan personel serta lingkungan sekitar.
Ke depan, penguasaan bahan bakar padat berbasis ADN harus menjadi prioritas dalam peta jalan riset inovasi alutsista Indonesia. Dengan memperkuat kapasitas produksi dalam negeri dan mempercepat sertifikasi sistem propulsi, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor propelan sekaligus membuka peluang ekspor teknologi rudal ke negara mitra. Langkah ini akan menempatkan LAPAN dan konsorsium BUMN sebagai pemain kunci dalam rantai pasok propelan global yang semakin mengedepankan aspek ramah lingkungan.