READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
STRATEGI KEMANDIRIAN TRENDING

PTDI dan TAEC Tandatangani Kontrak Produksi Drone Tempur ANKA di Bandung

PTDI dan TAEC Tandatangani Kontrak Produksi Drone Tempur ANKA di Bandung

PTDI dan TAEC menandatangani kontrak produksi 12 unit drone tempur ANKA-S di Bandung, mencakup transfer teknologi penuh dan integrasi rudal presisi. Proyek ini menargetkan TKDN 60% pada 2028 melalui pembangunan supply chain lokal dan pusat MRO, sekaligus membuka peluang ekspor ke kawasan ASEAN dan Afrika.

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Turkish Aerospace Industries (TAEC) resmi menandatangani kontrak strategis produksi 12 unit drone tempur ANKA varian ANKA-S untuk TNI Angkatan Udara. Kesepakatan ini menjadi tonggak kolaborasi bilateral yang mengusung platform MALE (Medium Altitude Long Endurance) dengan avionik generasi kelima, arsitektur modular, dan kemampuan loitering hingga 24 jam pada ketinggian operasional 30.000 kaki. Proses produksi akan dilakukan di fasilitas PTDI Bandung dengan skema transfer teknologi penuh dari TAEC, mencakup integrasi sistem persenjataan rudal Cirit dan MAM-L buatan Turki.

Spesifikasi Teknis dan Integrasi Persenjataan Varian ANKA-S

Varian ANKA-S yang diproduksi dirancang untuk misi intelijen, surveilans, dan serangan presisi. Berikut spesifikasi teknis utama yang diadopsi:

  • Avionik generasi kelima dengan dual redundant flight control system dan konektivitas satelit untuk kendali jarak jauh lintas horizon.
  • Kapasitas muatan hingga 200 kg, mencakup sensor EO/IR, SAR/GMTI, serta integrasi rudal Cirit (laser-guided) dan MAM-L (terminally guided) dengan akurasi di bawah 1 meter CEP.
  • Sistem baterai hybrid dan mesin diesel Rotax 912 yang memungkinkan kemampuan loitering 24 jam non-stop, dengan jangkauan operasi hingga 500 km dari ground station.
  • Sistem transmisi data enkripsi tingkat militer menggunakan protokol Link 16 dan komunikasi satelit Ku-band untuk interoperabilitas dengan platform TNI AU yang sudah ada.

Proses transfer teknologi mencakup pelatihan personel PTDI di Ankara selama 12 bulan, serta pengiriman tooling dan test bench untuk perakitan airframe, integrasi avionik, dan uji terbang. TAEC juga akan mendampingi sertifikasi kelaikan udara oleh Badan SARA Kementerian Pertahanan.

Strategi Kemandirian Industri Pesawat Nirawak Nasional

Proyek produksi drone tempur ANKA dirancang untuk mempercepat kemandirian alutsista nasional dengan target TKDN 60% pada 2028. Berikut langkah strategis yang telah diadopsi:

  • Pembangunan supply chain lokal untuk komponen struktur komposit, aktuator, dan sistem navigasi inersia di kawasan Bandung Aerospace Center.
  • Alokasi dana riset bersama PTDI dan LAPAN untuk merancang sistem misi modular yang kompatibel dengan platform nirwak buatan dalam negeri seperti Elang Hitam dan Alap-Alap.
  • Pengembangan pusat pelatihan dan MRO di Bandung untuk mendukung daur pakai drone selama 20 tahun, mengurangi ketergantungan pada suku cadang impor.

Kerja sama ini juga membuka peluang ekspor ke ASEAN dan Afrika, mengingat ANKA telah memiliki rekam jejak operasional di zona konflik dan sertifikasi NATO. Dengan kapasitas produksi PTDI mencapai 12 unit per tahun, proyek ini diproyeksikan meningkat menjadi 50 unit pada fase berikutnya. Ke depannya, integrasi teknologi AI untuk misi otonom dan swarming dapat menjadi lompatan strategis bagi industri pertahanan nasional untuk bersaing di pasar global.

drone|tempur|ANKA|PTDI|TAEC
ENTITAS TERKAIT
Topik: Produksi Drone Tempur ANKA, Kerjasama PTDI dan TAEC, Pertahanan
Organisasi: PT Dirgantara Indonesia, Turkish Aerospace Industries (TAEC), TNI Angkatan Udara
Lokasi: Bandung
ARTIKEL TERKAIT