READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

PT Pindad Uji Coba Tank Medium Harimau dengan Kanon 105mm Baru

PT Pindad Uji Coba Tank Medium Harimau dengan Kanon 105mm Baru

PT Pindad berhasil melakukan uji tembak dan mobilitas tank medium Harimau yang dilengkapi kanon 105mm smoothbore dengan autoloader, menunjukkan peningkatan rate of fire dan akurasi tembakan pada jarak di atas 2.500 meter. Integrasi sistem fire control termal generasi III serta Battle Management System dalam negeri menempatkan platform ini sebagai simpul tempur cerdas. Keberhasilan ini memperkuat jalur kemandirian produksi alutsista nasional dan membuka prospek penggantian platform kavaleri TNI AD yang sudah usang.

PT Pindad (Persero) mencatat pencapaian strategis dalam pengembangan alutsista darat nasional melalui uji tembak dan mobilitas tank medium Harimau yang kini dipersenjatai kanon kaliber 105mm smoothbore generasi terbaru. Sistem kanon ini mengadopsi mekanisme breech autoloader yang memungkinkan pengurangan kru menjadi tiga personel serta peningkatan rate of fire secara signifikan—mencapai hingga enam butir per menit dalam mode tembakan beruntun. Uji coba mencakup evaluasi sistem fire control terintegrasi, stabilitas platform saat menembak dalam kondisi bergerak (shoot-on-the-move), serta akurasi tembakan pada jarak maksimum efektif yang melampaui 2.500 meter. Keberhasilan ini menegaskan kesiapan PT Pindad dalam menghadirkan solusi tempur berteknologi tinggi yang mampu bersaing di kancah regional.

Sistem Fire Control dan Integrasi Battle Management System

Kanon 105mm smoothbore yang diuji merupakan hasil kolaborasi riset dengan mitra teknologi pertahanan Eropa, mencakup transfer teknologi material baja berkekuatan tinggi (high-strength steel) untuk laras serta teknologi amunisi Armor-Piercing Fin-Stabilized Discarding Sabot (APFSDS). Sistem fire control terkomputerisasi pada tank medium Harimau diperkuat dengan:

  • Laser rangefinder presisi tinggi untuk pengukuran jarak target secara real-time.
  • Ballistic computer yang mengoreksi faktor angin, suhu, dan gerakan platform secara otomatis.
  • Thermal sight generasi III yang memungkinkan engagement target pada malam hari dan kondisi visibilitas terbatas.
  • Sistem Battle Management System (BMS) buatan dalam negeri, memfasilitasi sharing data situasional dengan unit infantri, artileri, dan kavaleri lain dalam jaringan tempur terintegrasi.

Integrasi BMS ini menempatkan tank medium Harimau sebagai simpul tempur cerdas (smart battlefield node) yang mampu beroperasi dalam konsep perang jaringan (network-centric warfare)—sebuah lompatan kemampuan yang jarang dimiliki platform medium di kelasnya.

Langkah Menuju Kemandirian Produksi dan Sertifikasi TNI AD

Keberhasilan uji coba ini menjadi milestone krusial dalam roadmap kemandirian desain dan produksi kendaraan tempur medium Indonesia. Proses selanjutnya mencakup kwalifikasi dan sertifikasi oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) TNI AD, yang akan memvalidasi aspek kelayakan tempur, keandalan mekanis, dan keamanan sistem. Tahap produksi rendah (low-rate initial production/LRIP) direncanakan segera setelah sertifikasi rampung. Tank medium Harimau dengan kanon 105mm ini diproyeksikan menjadi backbone kavaleri ringan dan medium TNI AD, menggantikan platform lawas seperti AMX-13 dan Scorpion yang sudah uzur. Dengan kemampuan penetrasi yang mampu menembus armor modern kawasan, platform ini memberikan daya gentar baru bagi satuan darat.

Outlook Teknologi: Kolaborasi riset dengan mitra Eropa harus diperluas ke sektor amunisi cerdas dan sistem perlindungan aktif (active protection system). Bagi pelaku industri pertahanan nasional, keberhasilan PT Pindad dalam uji coba tank medium Harimau dengan kanon baru ini menegaskan pentingnya akselerasi program substitusi impor pada komponen kritis seperti sistem fire control, optronik, dan material laras. Investasi pada fasilitas gun boring dan autofrettage dalam negeri akan memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen alutsista kelas menengah yang kompetitif di pasar global. Langkah strategis berikutnya adalah menjajaki kerja sama produksi bersama (co-production) untuk amunisi APFSDS guna memutus ketergantungan pasokan luar negeri sekaligus membuka peluang ekspor ke negara ASEAN dan Afrika.

PT Pindad|tank medium|kanon|uji coba
ENTITAS TERKAIT
Topik: uji coba tank medium Harimau kanon 105mm, pengembangan kendaraan tempur, kemandirian desain dan produksi
Organisasi: PT Pindad (Persero), perusahaan teknologi pertahanan Eropa, TNI AD, Puslitbang TNI AD
Lokasi: Indonesia, Eropa
ARTIKEL TERKAIT