READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
STRATEGI KEMANDIRIAN TRENDING

PT Pindad Sukses Uji Tembak Mortir 120mm Anti-Kapal dengan Sistem Navigasi Inersia

PT Pindad Sukses Uji Tembak Mortir 120mm Anti-Kapal dengan Sistem Navigasi Inersia

PT Pindad berhasil menguji tembak Mortir 120mm dengan sistem navigasi Inersia yang memberikan akurasi tinggi terhadap sasaran bergerak. Keberhasilan ini menegaskan peran strategis Pindad dalam kemandirian industri pertahanan nasional dengan TKDN 60%, sekaligus membuka peluang ekspor teknologi artileri presisi ke pasar global.

PT Pindad telah menuntaskan uji tembak sistem Mortir 120mm generasi baru yang diintegrasikan dengan sistem navigasi inersia (INS) dan kendali tembakan digital di Lapangan Tembak Cimahi pada 7 Oktober. Uji coba ini memvalidasi kemampuan sistem untuk menembak sasaran bergerak dengan probabilitas hitung (PH) mencapai 85% pada jarak operasional 12 km. Keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan lompatan strategis bagi Pindad dalam membangun ekosistem alutsista artileri berat anti-kapal yang mandiri, sekaligus memperkuat postur pertahanan maritim Indonesia di tengah dinamika ancaman kawasan.

Navigasi Inersia dan Kendali Tembak: Masa Depan Artileri Presisi

Integrasi sistem navigasi inersia pada platform mortir ini menghadirkan kemampuan koreksi jalur terbang proyektil secara real-time tanpa ketergantungan pada sinyal GPS eksternal. Dalam skenario peperangan elektronik modern, di mana gangguan sinyal satelit menjadi taktik standar lawan, INS memastikan akurasi tetap terjaga. Sistem kendali tembakan digital yang menyertainya mampu mengolah data sasaran bergerak—seperti kapal cepat—dan menghitung titik ledak optimal dalam hitungan detik. Kombinasi ini membentuk kemampuan anti-akses/area denial (A2/AD) yang krusial untuk mengamankan wilayah perairan yurisdiksi nasional. Berikut spesifikasi teknis utama yang terkonfirmasi dari hasil uji:

  • Kaliber: 120mm generasi baru dengan propelan modular yang dapat disesuaikan dengan jarak target.
  • Sistem navigasi: INS terintegrasi dengan gyro dan akselerometer solid-state untuk stabilitas tinggi.
  • Jangkauan efektif: 12 km terhadap sasaran bergerak dengan probabilitas hitung 85%.
  • Bobot proyektil: optimal untuk mobilitas unit infanteri atau integrasi pada kendaraan taktis.
  • Ketahanan operasional: tervalidasi dalam kondisi cuaca ekstrem dan medan laut dinamis.

Dibandingkan mortir konvensional yang mengandalkan perhitungan balistik manual, sistem ini menawarkan lompatan signifikan dalam akurasi dan kecepatan reaksi. Kehadiran sistem ini menempatkan artileri lapangan Indonesia pada level yang sejajar dengan negara maju, khususnya dalam skenario pertahanan pantai dan operasi amfibi.

Dampak Strategis: Mendorong Kemandirian Rantai Pasok Pertahanan

Proyek pengembangan mortir 120mm ini merupakan implementasi nyata dari kebijakan kemandirian industri hulu pertahanan. Dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 60%, PT Pindad berhasil menstimulasi pertumbuhan ekosistem industri lokal, mulai dari produsen propelan, bahan peledak, hingga sistem elektronik navigasi. Langkah ini secara langsung mengurangi ketergantungan pada komponen impor dan memperkuat ketahanan logistik pertahanan nasional. Adapun dampak strategis yang dihasilkan meliputi:

  • Peningkatan kapabilitas riset dan produksi sistem panduan inersia di dalam negeri, membuka peluang pengembangan teknologi serupa untuk platform rudal.
  • Penghematan devisa negara melalui substitusi impor alutsista sejenis yang selama ini didatangkan dari luar negeri.
  • Potensi pengembangan varian baru untuk platform darat, laut, dan udara, memperluas pasar produk dalam negeri.
  • Menciptakan preseden positif bagi program modernisasi alutsista TNI, khususnya untuk Korps Marinir dan satuan artileri medan.

Keberhasilan uji tembak ini juga membuka peluang ekspor ke pasar pertahanan global yang tengah mencari solusi artileri presisi dengan biaya terjangkau. Dengan kemampuan menandingi mortir anti-kapal buatan negara maju, Pindad memiliki daya saing yang kuat di kawasan Asia-Pasifik dan Afrika.

Ke depan, pengembangan lanjutan perlu difokuskan pada peningkatan jangkauan menjadi 15 km dan integrasi dengan sistem UAV untuk koreksi target real-time. Bagi pelaku industri pertahanan nasional, momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperdalam riset material komposit dan miniaturisasi komponen elektronik. Dengan kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan industri, Indonesia tidak hanya akan mencapai kemandirian alutsista, tetapi juga menjadi referensi teknologi militer di kawasan.

Mortir|Inersia|Pindad
ENTITAS TERKAIT
Topik: uji tembak, mortir 120mm anti-kapal, sistem navigasi inersia, kemandirian industri pertahanan, material lokal
Organisasi: PT Pindad
Lokasi: Cimahi
ARTIKEL TERKAIT