READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
OPTIMALISASI KEBUTUHAN TRENDING

PT Pindad Selesaikan Produksi 50 Unit Tank Harimau untuk TNI AD

PT Pindad Selesaikan Produksi 50 Unit Tank Harimau untuk TNI AD

PT Pindad menyelesaikan produksi 50 unit tank medium Harimau untuk TNI AD dengan spesifikasi unggul: meriam 105 mm, autoloader, proteksi modular, dan mobilitas 68 km/jam. Proses produksi melibatkan 60% komponen lokal dan 350 teknisi, menegaskan kemandirian industri pertahanan. Ke depan, pengembangan varian unmanned turret menjadi fokus PT Pindad untuk meningkatkan daya tempur alutsista nasional.

PT Pindad secara resmi mengumumkan rampungnya produksi 50 unit tank medium Harimau generasi baru untuk TNI AD. Tank dengan bobot tempur 38 ton ini mengusung sistem persenjataan utama meriam kaliber 105 mm buatan Cockerill yang dilengkapi sistem amunisi otomatis, memungkinkan laju tembak hingga 8 butir per menit. Dari sisi proteksi, Harimau mengadopsi sistem armor modular yang dirancang tahan terhadap tembakan RPG dan ranjau, diperkuat dengan spall liner untuk meminimalkan fragmentasi di dalam kompartemen kru.

Spesifikasi Teknis dan Mobilitas Operasional

Tank Harimau generasi baru ini ditenagai mesin diesel 1.200 hp dengan transmisi otomatis, memberikan kecepatan maksimum 68 km/jam di jalan raya. Sistem battle management terintegrasi dan thermal sight generasi ke-3 menjadi fitur andalan untuk meningkatkan kesadaran situasional dan akurasi tembakan. Berikut adalah rincian spesifikasi teknis utama:

  • Bobot tempur: 38 ton
  • Meriam utama: 105 mm Cockerill dengan autoloader
  • Laju tembak: 8 butir per menit
  • Proteksi: Modular armor (tahan RPG & ranjau), spall liner
  • Mesin: Diesel 1.200 hp, transmisi otomatis
  • Kecepatan maks: 68 km/jam
  • Sistem kendali tembak: Battle management + thermal sight Gen-3

Kemandirian Industri dan Proyeksi Masa Depan

Proses produksi berlangsung di fasilitas Turen, Malang dengan melibatkan 350 teknisi lokal dan tingkat komponen dalam negeri mencapai 60%. Uji tembak dan penggesekan final dilakukan di lapangan tembak Balikpapan. Komandan TNI AD menyatakan tank Harimau akan dioperasikan di seluruh Komando Daerah Militer strategis. Ke depannya, PT Pindad menargetkan pengembangan varian unmanned turret (tanpa awak) untuk meningkatkan daya tempur sekaligus mengurangi risiko kru. Langkah ini sejalan dengan tren alutsista modern yang mengedepankan otomatisasi dan modularitas.

Outlook teknologi ini membuka peluang bagi industri pertahanan nasional untuk memperkuat kemampuan rekayasa sistem kendali jarak jauh dan integrasi AI pada platform lapis baja. Dengan rampungnya produksi 50 unit tank Harimau, TNI AD kini memiliki aset alutsista medium yang setara dengan standar NATO, sekaligus menegaskan posisi PT Pindad sebagai produsen tank terdepan di Asia Tenggara. Keberhasilan program produksi ini menjadi landasan strategis bagi kemandirian alutsista, sekaligus mendorong percepatan pengembangan varian nirawak yang dijadwalkan memasuki tahap purwarupa pada 2026.

Tank|Harimau|Pindad|TNI AD|alutsista|produksi
ENTITAS TERKAIT
Topik: produksi tank Harimau, TNI AD, industri pertahanan
Organisasi: PT Pindad, TNI AD, Cockerill, Komando Daerah Militer
Lokasi: Turen, Malang, Balikpapan
ARTIKEL TERKAIT