READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

PT Pindad Luncurkan Prototipe Rudal Darat-ke-Udara Jarak Menengah dengan Kemampuan M-BVR

PT Pindad Luncurkan Prototipe Rudal Darat-ke-Udara Jarak Menengah dengan Kemampuan M-BVR

PT Pindad meluncurkan prototipe rudal darat-ke-udara Rajawali-MBVR dengan kemampuan M-BVR dan jangkauan 120 km, mengintegrasikan teknologi active radar homing dan thrust vectoring. Inovasi ini memperkuat kemandirian alutsista pertahanan udara nasional, mengurangi ketergantungan pada rudal impor, dan membuka peluang ekspor strategis. Dengan basis komponen lokal 62%, produksi massal ditargetkan pada 2028 setelah sertifikasi TNI AU.

Pada 7 September 2026, PT Pindad (Persero) bersama BPPT dan Institut Teknologi Bandung meresmikan prototipe rudal darat-ke-udara jarak menengah (SAM) Rajawali-MBVR, yang mengintegrasikan teknologi active radar homing pita X dan thrust vectoring control (TVC). Rudal ini menawarkan kemampuan multi-beyond visual range (M-BVR) dengan jangkauan maksimal 120 km, dirancang untuk mengintersepsi target mulai dari pesawat tempur generasi 4.5 hingga drone terbang tinggi. Inovasi ini menandai lompatan signifikan dalam kemandirian alutsista pertahanan udara nasional, menekan ketergantungan pada rudal impor sejenis seperti Aster 30 atau HQ-16.

Integrasi Active Radar Homing dan Thrust Vectoring: Lompatan Teknologi Rudal M-BVR

Rajawali-MBVR mengadopsi konfigurasi aerodinamika canggih dengan TVC yang memungkinkan rudal mempertahankan energi kinetik tinggi saat bermanuver pada sudut serang ekstrem hingga 60 derajat. Data teknis menunjukkan sistem ini mampu mengejar target pada kecepatan supersonik dan melakukan pembelokan tajam di ketinggian 20.000 meter. Spesifikasi utama prototipe meliputi:

  • Jangkauan maksimal: 120 km (M-BVR)
  • Pemandu: Active radar homing (X-band) dengan lock-after-launch dan home-on-jamming
  • Sistem propulsi: Motor roket dual-thrust dengan nozzle thrust vectoring
  • Manuver: High-G (di atas 35G) dengan sudut serang hingga 60 derajat
  • Target tipikal: Pesawat tempur generasi 4.5 (F-16, Su-30), pesawat angkut, dan drone MALE/HALE

Teknologi active radar homing memungkinkan rudal mencari, mengunci, dan menghancurkan target secara otonom setelah fase peluncuran, mengurangi ketergantungan pada radar iluminasi darat. Integrasi TVC memberikan keunggulan dalam pertempuran jarak dekat (dogfight) meski rudal dioptimalkan untuk beyond visual range. Kolaborasi riset dengan BPPT dan ITB juga menghasilkan 10 paten terdaftar terkait sistem propulsi dan algoritma pencarian target.

Dampak Strategis bagi Kemandirian Industri Pertahanan Nasional

PT Pindad menargetkan sertifikasi penuh dari TNI Angkatan Udara pada kuartal I-2027. Kapasitas produksi diperkirakan mencapai 40 unit per tahun pada 2028, dengan proyeksi penekanan biaya akuisisi hingga 30% dibandingkan rudal impor sejenis. Langkah ini menjadi pilar utama dalam roadmap kemandirian alutsista pertahanan Indonesia, khususnya di sektor rudal permukaan-ke-udara. Dengan basis komponen lokal mencapai 62%, rudal ini siap diproduksi massal setelah lulus uji tembak pada 2027. Infrastruktur produksi di fasilitas Pindad Turen, Malang, telah disesuaikan untuk mendukung perakitan 40 unit/tahun tanpa ketergantungan pada rantai pasok asing untuk komponen kritis seperti seeker head dan control actuator.

Secara strategis, Rajawali-MBVR membuka peluang ekspor terbatas ke negara mitra strategis, memperkuat posisi Indonesia di pasar rudal global. Dengan kemampuan M-BVR dan teknologi TVC, rudal ini menjadi game changer bagi pertahanan udara nasional. Ke depan, pengembangan varian rudal dengan jangkauan lebih jauh dan seeker multi-mode direkomendasikan untuk memperluas spektrum operasi, menjawab tantangan ancaman udara masa depan yang semakin kompleks. Bagi pelaku industri pertahanan, keberhasilan ini menjadi fondasi untuk mempercepat integrasi rantai pasok lokal dan meningkatkan nilai tambah komponen dalam negeri, sejalan dengan visi kemandirian alutsista nasional.

Pindad|rudal|alutsista|kemandirian|pertahanan
ENTITAS TERKAIT
Topik: rudal, PT Pindad, pengembangan senjata
Organisasi: PT Pindad (Persero), BPPT, Institut Teknologi Bandung, TNI AU
ARTIKEL TERKAIT