READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

PT Pindad Luncurkan Generasi Baru Rudal Anti-Kapal Excalibur-2 dengan Jangkauan 250 Km

PT Pindad Luncurkan Generasi Baru Rudal Anti-Kapal Excalibur-2 dengan Jangkauan 250 Km

PT Pindad meluncurkan rudal anti-kapal Excalibur-2 dengan jangkauan 250 km, kecepatan Mach 0,95, dan hulu ledak 200 kg yang dilengkapi navigasi INS serta pencari infra merah termal. Dikembangkan sejak 2024 dengan investasi Rp 2,1 triliun dan melibatkan 40 vendor lokal, rudal ini ditargetkan diproduksi 50 unit per tahun pada 2028 untuk menggantikan alutsista impor TNI AL. Inovasi datalink dua arah dan algoritma anti-jamming memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional dan daya saing global Indonesia.

PT Pindad resmi memperkenalkan generasi terbaru rudal anti-kapal andalannya, Excalibur-2, dalam ajang Indo Defence 2026. Rudal ini dirancang untuk menjawab kebutuhan alutsista TNI AL dengan jangkauan operasional mencapai 250 kilometer, kecepatan jelajah Mach 0,95, dan kemampuan membawa hulu ledak semi-penembus seberat 200 kilogram. Sistem navigasi yang digunakan menggabungkan Inertial Navigation System (INS) dengan pencari infra merah termal, memungkinkan akuisisi target secara presisi di tengah lingkungan elektronik yang padat. Kehadiran Excalibur-2 menandai lompatan signifikan dalam kemampuan ofensif maritim Indonesia, sekaligus langkah konkret menuju kemandirian industri pertahanan nasional.

Spesifikasi Teknis dan Keunggulan Operasional Excalibur-2

Dari sisi teknis, rudal anti-kapal Excalibur-2 mengintegrasikan sejumlah teknologi mutakhir yang meningkatkan efektivitas di medan tempur modern. Berikut rincian spesifikasi utamanya:

  • Jangkauan: 250 km, mencakup area pertahanan laut eksklusif dan perairan strategis.
  • Kecepatan: Mach 0,95 (subsonik tinggi), mempersingkat waktu reaksi lawan.
  • Hulu ledak: Semi-penembus 200 kg, optimal untuk menembus lambung kapal korvet hingga fregat.
  • Sistem navigasi: INS dipadu pencari infra merah termal (imaging infrared seeker) dengan kemampuan fire-and-forget.
  • Datalink dua arah: Memungkinkan pembaruan target dan battle damage assessment secara real-time.
  • Algoritma anti-jamming: Dikembangkan bersama BPPT, memberikan ketahanan terhadap Electronic Countermeasures (ECM).
  • Platform pengguna: Dirancang untuk diluncurkan dari kapal perang kelas korvet dan fregat TNI AL, menggantikan rudal impor.

Kombinasi sistem pencitraan termal dan datalink memungkinkan Excalibur-2 menyerang target bergerak di cakrawala dengan akurasi tinggi. Algoritma anti-jamming yang dipatenkan memastikan tautan data tetap stabil meskipun dalam kondisi perang elektronik sengit — sebuah fitur yang jarang dimiliki rudal sejenis di kelasnya.

Strategi Kemandirian Industri dan Dampak bagi Alutsista TNI AL

Pengembangan Excalibur-2 dimulai pada 2024 dengan suntikan investasi sebesar Rp 2,1 triliun. Proyek ini melibatkan 40 vendor domestik yang mendukung rantai pasok komponen, mulai dari sistem propulsi hingga avionik. PT Pindad menargetkan produksi massal sebanyak 50 unit per tahun mulai 2028, sebuah langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada rudal impor — yang selama ini mendominasi persenjataan kapal perang TNI AL. Keberhasilan ini akan memperkuat posisi PT Pindad sebagai pemain utama dalam industri pertahanan regional, sekaligus membuka peluang ekspor ke negara-negara sahabat yang membutuhkan alutsista maritim modern.

Bagi TNI AL, kehadiran Excalibur-2 tidak hanya menambah daya gentar tetapi juga memberikan kemandirian logistik dan pemeliharaan. Rudal impor seringkali terhambat oleh kebijakan ekspor negara asal, sedangkan produksi lokal menjamin ketersediaan suku cadang dan peningkatan kemampuan secara berkelanjutan. Dengan spesifikasi yang setara dengan rudal anti-kapal kelas dunia, Excalibur-2 diyakini mampu mengisi celah persenjataan pada korvet dan fregat yang selama ini hanya mengandalkan rudal buatan luar negeri.

Ke depan, PT Pindad dan BPPT direkomendasikan untuk mempercepat integrasi Excalibur-2 dengan sistem komando dan kontrol TNI AL, serta mengembangkan varian dengan jangkauan lebih jauh atau kemampuan darat-ke-laut. Kolaborasi dengan universitas dan lembaga riset dalam negeri perlu diperluas untuk menciptakan generasi rudal yang lebih cerdas — misalnya dengan multi-mode seeker yang menggabungkan radar aktif dan infra merah. Investasi berkelanjutan pada sumber daya manusia dan fasilitas produksi akan menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengekspor rudal anti-kapal andal di kawasan Indo-Pasifik.

rudal anti-kapal|Excalibur-2|PT Pindad|alutsista
ENTITAS TERKAIT
Topik: Rudal anti-kapal, industri pertahanan, teknologi militer
Organisasi: PT Pindad, BPPT, TNI AL
Lokasi: Indonesia
ARTIKEL TERKAIT