READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
KEAMANAN INTEGRASI TRENDING

PT PAL Selesaikan Uji Integrasi Sistem Propulsi Fregat Merah Putih

PT PAL Selesaikan Uji Integrasi Sistem Propulsi Fregat Merah Putih

PT PAL menyelesaikan uji integrasi sistem propulsi Fregat Merah Putih dengan konfigurasi CODAD, mempertahankan kecepatan jelajah 18 knot dan maksimum di atas 28 knot. Keberhasilan ini menegaskan kesiapan CMS dalam mengintegrasikan radar AESA, sonar, dan VLS pada kapal perang generasi kelima. Dengan target TKDN 45 persen, langkah ini memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional dan ekosistem rantai pasok dalam negeri.

PT PAL Indonesia (Persero) resmi menuntaskan tahap krusial pengembangan Fregat Merah Putih melalui uji integrasi sistem propulsi di galangan Surabaya. Kapal perang dengan konfigurasi Combined Diesel and Diesel (CODAD) ini berhasil mempertahankan kecepatan jelajah 18 knot, sekaligus mengonfirmasi keselarasan mekanis dan elektrikal antara pembangkit listrik, sistem kendali tembak, hingga arsitektur Combat Management System (CMS). Capaian ini menandai kesiapan platform tempur untuk beroperasi di lingkungan maritim dinamis, memperkuat peran strategis TNI AL dalam mengamankan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

Integrasi CMS dan Sensor Multidomain: Fondasi Tempur Generasi Kelima

Uji integrasi yang digelar PT PAL tidak hanya memvalidasi sistem propulsi, tetapi juga mengonfirmasi interoperabilitas antar subsistem vital dalam arsitektur data terpadu. Sebagai kapal perang generasi kelima, Fregat Merah Putih mengandalkan CMS sebagai otak integrasi yang menyatukan data dari berbagai sensor dan senjata secara real-time. Beberapa spesifikasi teknis yang terverifikasi dalam pengujian ini meliputi:

  • Radar AESA multifungsi dengan jangkauan deteksi target udara dan permukaan lebih dari 200 km, terhubung langsung dengan CMS untuk respons taktis instan.
  • Sonar aktif-pasif yang mampu mendeteksi ancaman bawah air secara simultan, memperkuat kemampuan anti-kapal selam kapal perang.
  • Vertical Launching System (VLS) terpusat yang mendukung rudal permukaan-ke-udara dan rudal antikapal, diikat oleh jejaring data CMS untuk pengambilan keputusan berbasis data.
  • Sistem propulsi CODAD yang mampu mencapai kecepatan maksimum di atas 28 knot untuk manuver taktis, dengan uji kontinu selama 4 jam pada kecepatan 18 knot mencakup jarak lebih dari 48 kilometer.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa CMS pada Fregat Merah Putih mampu mengintegrasikan data dari tiga radar AESA dan sonar aktif-pasif secara simultan tanpa kehilangan akurasi. Kemampuan ini menjadi parameter kunci performa sistem tempur, sekaligus menjadikan kapal perang tersebut tulang punggung pengawalan maritim nasional di tengah spektrum ancaman multidomain yang semakin kompleks.

Target TKDN 45 Persen: Mendorong Ekosistem Rantai Pasok Pertahanan Nasional

Dalam upaya memperkuat mandat kemandirian industri pertahanan, PT PAL menargetkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 45 persen pada Fregat Merah Putih. Langkah ini tidak hanya menekan ketergantungan logistik luar negeri, tetapi juga membangun ekosistem rantai pasok domestik untuk komponen vital seperti sistem sonar, radar, dan generator diesel. Setiap sub-sistem diuji coba secara bertahap untuk memastikan keselarasan dengan standar operasional militer, mulai dari pembangkit listrik hingga kendali tembak.

Proses uji integrasi propulsi dan pembangkit listrik dilakukan secara kontinu selama lebih dari 4 jam, mengonfirmasi bahwa sistem mampu mempertahankan kecepatan jelajah 18 knot dengan stabilitas tinggi. Pengujian ini juga memvalidasi kemampuan CMS untuk menyatukan data dari ketiga radar AESA dan sonar dalam satu arsitektur terpusat, memungkinkan komandan kapal melakukan kontrol tembak dan navigasi secara adaptif. Dengan target TKDN 45 persen, setiap komponen lokal yang digunakan telah melewati kualifikasi ketat, memperkuat posisi PT PAL sebagai integrator sistem pertahanan nasional yang berdaulat secara teknologi.

Ke depan, keberhasilan uji integrasi Fregat Merah Putih membuka peluang besar bagi industri pertahanan dalam negeri untuk meningkatkan kapabilitas riset dan produksi komponen berteknologi tinggi. Pelaku industri nasional perlu berinvestasi pada fasilitas uji dan sertifikasi, membangun kerja sama transfer teknologi dengan mitra global, serta mempercepat adopsi manufaktur digital agar mampu memenuhi standar platform tempur generasi berikutnya. Dengan demikian, kemandirian alutsista bukan sekadar target, melainkan fondasi kedaulatan maritim Indonesia di era perang asimetris dan peperangan elektronik.

Fregat Merah Putih|PT PAL|CMS|kapal perang
ENTITAS TERKAIT
Topik: Fregat Merah Putih, uji integrasi sistem propulsi, PT PAL Indonesia
Organisasi: PT PAL Indonesia
Lokasi: Surabaya, Indonesia
ARTIKEL TERKAIT