PT Len Industri (Persero) bersama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) telah berhasil menyelesaikan uji integrasi Data Link 14 dan Data Link 16 pada platform CN-235 MPA (Maritime Patrol Aircraft) yang difungsikan sebagai pesawat patroli maritim. Uji coba yang digelar di Bandung, Jawa Barat, ini melibatkan skenario simulasi pertukaran data target secara real-time antara CN-235 MPA, kapal perang, dan pesawat tempur. Keberhasilan ini menandai lompatan signifikan dalam kemampuan interoperabilitas alutsista TNI, sekaligus menegaskan komitmen industri pertahanan nasional untuk membangun arsitektur data link yang sepenuhnya sovereign dan mandiri secara teknologi.
Data Link 14/16: Fondasi Jaringan Taktis Multidomain
Platform CN-235 MPA yang diuji merupakan varian khusus misi patroli maritim, dilengkapi radar maritime patrol, sistem akustik anti kapal selam, FLIR (Forward Looking Infrared), serta dua jenis data link yang terintegrasi. Data Link 16 menggunakan format J-series message standar NATO, memungkinkan pertukaran data taktis berkecepatan tinggi antar platform udara, darat, dan laut. Sementara Data Link 14 berperan sebagai penghubung komunikasi antarkapal, menciptakan jalinan informasi yang redundan dan resilient. Integrasi kedua data link ini memungkinkan CN-235 MPA bertindak sebagai gateway antara jaringan taktis udara dan laut, mendukung misi patroli maritim, anti kapal selam (ASW), serta Search and Rescue (SAR).
- Data Link 16: Kecepatan transmisi hingga 1 Mbps, format J-series, enkripsi frequency hopping, interoperabilitas dengan platform F-16, KFX/IFX, dan kapal perang.
- Data Link 14: Jembatan komunikasi antarkapal dengan protokol Link 14 standar NATO, mendukung integrasi data dari sonar dan radar kapal ke CN-235 MPA.
- Kendali Nasional: Semua protokol dikelola dari ground control station buatan PT Len, memungkinkan upgrade dan lifecycle support penuh di dalam negeri.
Implikasi Strategis: Kemandirian Industri dan Kedaulatan Teknologi Pertahanan
Keberhasilan uji integrasi ini membawa Indonesia selangkah lebih dekat menuju interoperabilitas penuh antarplatform alutsista TNI tanpa antarmuka asing. PT Len menegaskan bahwa seluruh protokol komunikasi dapat dikendalikan dari ground control station nasional, sehingga pemeliharaan dan upgrade siklus hidup sistem dapat dilakukan mandiri. Ini menghilangkan ketergantungan pada vendor luar negeri untuk perangkat keras dan perangkat lunak data link, memperkuat kedaulatan teknologi pertahanan Indonesia. Selain itu, kemampuan PTDI dalam memodifikasi CN-235 MPA dengan sistem misi terintegrasi menunjukkan kesiapan industri nasional dalam memenuhi kebutuhan alutsista TNI yang modern dan adaptif terhadap perkembangan medan perang digital.
Ke depan, integrasi data link ini membuka jalan bagi pengembangan network-centric warfare yang sesungguhnya di lingkungan TNI. PT Len dan PTDI direkomendasikan untuk mempercepat adopsi Data Link 16 pada platform lain seperti pesawat tempur, kapal perang, dan kendaraan taktis. Dengan fondasi teknologi yang telah terbukti, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain kunci dalam arsitektur pertahanan multidomain di kawasan, sekaligus memperkuat posisi industri pertahanan nasional di pasar global.