READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

PT INTI Rampungkan Pengembangan Radar AESA Multifungsi untuk Kapal Perang dan Darat

PT INTI Rampungkan Pengembangan Radar AESA Multifungsi untuk Kapal Perang dan Darat

PT INTI telah menyelesaikan pengembangan radar AESA multifungsi S-band dengan TKDN >70%, kapabilitas tracking lebih dari 100 target, dan fitur ECCM/LPI. Radar ini diproyeksikan menjadi sensor utama untuk modernisasi KCR, fregat, dan sistem pertahanan udara nasional, menandai lompatan signifikan dalam kemandirian teknologi pertahanan Indonesia.

PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) telah mencatat tonggak sejarah baru dalam kemandirian teknologi radar nasional dengan merampungkan pengembangan radar Active Electronically Scanned Array (AESA) multifungsi berfrekuensi S-band. Teknologi radar canggih ini dikonfigurasi untuk fungsi ganda: sebagai naval radar bagi kapal-kapal perang berkecepatan tinggi dan sebagai ground-based surveillance system, menawarkan kemampuan simultaneous tracking & scanning terhadap lebih dari 100 target udara dan permukaan. Dengan jangkauan deteksi hingga 250 kilometer untuk target berukuran pesawat tempur, sistem ini memenuhi kebutuhan operasional dalam skenario pertempuran modern yang kompleks.

Arsitektur Teknis dan Superioritas Performa dalam Lingkungan Elektronik Padat

Keunggulan radar AESA PT INTI bertumpu pada kernel teknologi yang dikembangkan dan diproduksi secara mandiri di fasilitas Bandung. Kunci kinerjanya terletak pada modul Transmit/Receive (TRM) dan sistem digital beamforming yang telah mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 70%. Arsitektur modularnya tidak hanya memberikan fleksibilitas pemasangan, tetapi juga menjamin ketahanan sistem melalui redundansi. Radar ini telah lolos uji ketahanan lingkungan militer untuk kondisi tropis lembab dan paparan kabut garam maritim (maritime salt fog). Lebih dari sekadar deteksi, sistem ini dilengkapi dengan fitur-fitur pertahanan elektronik mutakhir untuk dominasi di ruang pertempuran spektrum elektromagnetik yang semakin padat:

  • Electronic Counter-Countermeasures (ECCM): Meningkatkan imunitas terhadap gangguan dan tipuan (jamming & deception) dari sistem lawan.
  • Low Probability of Intercept (LPI): Meminimalkan jejak emisi radar, sehingga menyulitkan sistem passive detection musuh untuk mengidentifikasi dan mengunci lokasinya.

Strategi Integrasi dan Posisi dalam Peta Modernisasi Alutsista Nasional

Kesuksesan pengembangan ini merepresentasikan lompatan kualitatif strategis bagi industri pertahanan dalam negeri, secara signifikan mengurangi ketergantungan pada impor sistem radar utama. Radar AESA multifungsi ini diproyeksikan menjadi backbone sensor atau tulang punggung sistem penginderaan dalam skenario modernisasi besar-besaran Angkatan Laut dan sistem pertahanan udara Indonesia. Dalam kerangka strategis Minimum Essential Force (MEF) fase ketiga, sistem ini memiliki potensi integrasi yang luas dan kritis:

  • Sebagai radar utama dan sistem pengendali tembak (fire control) untuk Kapal Cepat Rudal (KCR) kelas 60 meter.
  • Sebagai sistem surveillance dan tracking terintegrasi pada platform fregat masa depan.
  • Sebagai inti dari sistem pertahanan udara area (area air defense system) berbasis darat, membentuk lapisan deteksi dan peringatan dini yang andal.

Kemampuan radar ini untuk melakukan pelacakan multi-target secara bersamaan menjadikannya solusi ideal untuk mengatasi ancaman swarming oleh UAV/RPV atau serangan rudal jelajah. Pencapaian PT INTI ini membuka jalan bagi terciptanya ekosistem supply chain komponen elektronik pertahanan dalam negeri yang lebih kokoh, sekaligus menjadi technology demonstrator untuk pengembangan varian radar AESA dengan frekuensi lain (seperti X-band untuk pemandu rudal) di masa depan. Outlook teknologi menunjukkan bahwa investasi berkelanjutan dalam riset beamforming adaptif dan kecerdasan buatan (AI-powered tracking algorithms) akan menjadi kunci untuk mempertahankan keunggulan kompetitif sistem ini menghadapi evolusi ancaman di domain udara dan maritim dekade mendatang.

PT INTI|radar AESA|multifungsi|pengembangan|teknologi radar
ENTITAS TERKAIT
Topik: radar AESA multifungsi, pengembangan teknologi pertahanan, TKDN, MEF fase ketiga
Organisasi: PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI)
Lokasi: Bandung
ARTIKEL TERKAIT