READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

PT Hanoman Teknologi Luncurkan Radar Doppler G-Band untuk Deteksi Drone Micro

PT Hanoman Teknologi Luncurkan Radar Doppler G-Band untuk Deteksi Drone Micro

PT Hanoman Teknologi meluncurkan radar doppler G-Band 200 GHz yang mampu mendeteksi drone micro dengan RCS rendah pada jarak 3 km, menggunakan phased array 1.024 elemen dan AI classification untuk identifikasi cepat. Inovasi ini mengisi celah kebutuhan radar counter-drone nasional yang selama ini bergantung pada impor, dengan target produksi 100 unit pada 2027. Langkah ini memperkuat kemandirian industri pertahanan Indonesia dalam menghadapi ancaman drone mikro di era perang asimetris.

PT Hanoman Teknologi, sebuah startup pertahanan asal Yogyakarta, resmi meluncurkan radar doppler gelombang milimeter (G-Band) yang dirancang khusus untuk mendeteksi ancaman drone micro dan nano. Radar ini beroperasi pada frekuensi 200 GHz dan mampu mendeteksi target dengan Radar Cross Section (RCS) serendah 0,001 m² pada jarak hingga 3 km. Teknologi ini menggunakan sistem phased array dengan 1.024 elemen pemancar, memberikan resolusi azimuth sebesar 0,1 derajat, sehingga mampu memetakan pergerakan drone secara presisi di lingkungan udara rendah yang kompleks. Inovasi ini menjadi terobosan dalam sistem deteksi dini, mengingat drone micro kerap digunakan untuk misi pengintaian atau serangan diam-diam yang sulit diidentifikasi oleh radar konvensional.

Spesifikasi Teknis dan Kemampuan Deteksi Drone Micro

Radar G-Band buatan Hanoman Teknologi mengintegrasikan AI classification yang memungkinkan identifikasi jenis drone—dari model komersial hingga rakitan—dalam waktu hanya 0,5 detik. Fitur ini menjadi kunci dalam operasi militer modern yang memerlukan respons cepat terhadap ancaman udara rendah. Berikut adalah spesifikasi teknis utama radar ini:

  • Frekuensi Operasi: 200 GHz (G-Band gelombang milimeter)
  • Jarak Deteksi: Maksimal 3 km untuk target dengan RCS 0,001 m²
  • Sistem Antena: Phased array dengan 1.024 elemen pemancar
  • Resolusi Azimuth: 0,1 derajat
  • Waktu Identifikasi: 0,5 detik dengan AI classification
  • Target Utama: Drone micro dan nano

Radar ini akan diuji di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma dan Lanud Supadio dalam skema pengamanan udara rendah untuk memvalidasi kinerjanya di lingkungan operasional nyata. Keberhasilan uji ini akan menjadi tolok ukur kesiapan teknologi menuju produksi massal.

Dampak Strategis bagi Kemandirian Industri Pertahanan Nasional

Peluncuran radar ini tidak hanya memperkuat kapabilitas deteksi drone micro, tetapi juga menandai langkah signifikan dalam mengurangi ketergantungan pada impor. Selama ini, sistem counter-drone nasional sangat bergantung pada produk dari Israel dan Amerika Serikat, yang seringkali memiliki harga tinggi dan keterbatasan dalam modifikasi sesuai kebutuhan TNI. Hanoman menargetkan produksi seri pertama sebanyak 100 unit pada tahun 2027, yang akan diprioritaskan untuk kebutuhan pertahanan udara pangkalan militer, bandara, dan instalasi vital nasional.

Dengan modal inovasi ini, Hanoman Teknologi membuktikan bahwa ekosistem startup pertahanan dalam negeri mampu bersaing di pasar global. Ke depan, adopsi teknologi radar doppler G-Band dapat diperluas untuk aplikasi lain seperti pengawasan perbatasan dan perlindungan aset maritim. Rekomendasi strategis bagi pelaku industri pertahanan nasional adalah memperkuat kolaborasi dengan institusi riset dan TNI untuk mempercepat sertifikasi dan integrasi sistem, sehingga produk dalam negeri tidak hanya mengisi celah kebutuhan, tetapi juga menjadi standar baru dalam pertahanan udara rendah Indonesia.

Radar Doppler|Drone Micro|Hanoman Teknologi|Inovasi
ENTITAS TERKAIT
Topik: Radar Doppler G-Band, Deteksi Drone Mikro, Teknologi Pertahanan
Organisasi: PT Hanoman Teknologi, TNI AU
Lokasi: Yogyakarta, Halim, Supadio, Israel, Amerika Serikat
ARTIKEL TERKAIT