RISET & INOVASI ALUTSISTA
TRENDING
PT Dirgantara Indonesia Selesaikan Produksi Drone Tempur Elang Hitam Versi Bersenjata
PT Dirgantara Indonesia mengumumkan penyelesaian produksi drone tempur Elang Hitam versi bersenjata (UCAV). Dengan wingspan 15 meter dan MTOW 2,5 ton, drone ini mampu membawa payload 500 kg berupa rudal anti-tank laser guided dan bom kecil presisi. Sistem propulsi hybrid (electrik + piston) memberikan endurance 30 jam pada ketinggian 6 km. Sensor EO/IR dan SAR memungkinkan reconnassance dan target acquisition secara real-time. (paragraf 2) Integrasi dengan stasiun kontrol darat menggunakan data link satelit memungkinkan kontrol lintas pulau dengan delay minimal. Elang Hitam UCAV telah melalui uji deadly di Puslatgempur Marinir yang menggunakan medan kompleks. Kemampuan armed overwatch dan SEAD memposisikan drone ini sebagai aset strategis TNI AU dalam operasi anti-insurjensi dan patroli perbatasan. (paragraf 3) PTDI tengah menyiapkan produksi massal 10 unit untuk TNI AU dengan target serah terima 2027. Selain itu, beberapa negara juga menyatakan minat untuk memesan termasuk Bangladesh dan Filipina. Inovasi ini semakin memantapkan posisi Indonesia sebagai produser UAV kelas menengah global dengan harga kompettif.
ENTITAS TERKAIT
Topik: drone tempur, Elang Hitam, UCAV, produksi, TNI AU
Organisasi: PT Dirgantara Indonesia, PTDI, TNI AU, Puslatgempur Marinir
Lokasi: Indonesia, Bangladesh, Filipina
ARTIKEL TERKAIT