PT Dirgantara Indonesia (PT DI) resmi meluncurkan konsep UAV tempur generasi terbaru dengan konfigurasi sayap terbang pada ajang Indo Defence 2026. Pesawat yang dinamai Elang Hitam generasi kedua (EH-2) ini dirancang sebagai UAV tempur siluman (stealth UCAV) yang mengadopsi desain planar dan material komposit penyerap radar (RAM) untuk meminimalkan radar cross section (RCS). Dengan berat lepas landas maksimum mencapai 8 ton, EH-2 mampu membawa persenjataan internal seberat 1,5 ton, mencakup rudal udara-ke-darat BRIMSTONE dan bom pandu LASER. Daya jelajahnya mencapai 12 jam pada ketinggian 40.000 kaki, memungkinkan operasi High Altitude Medium Endurance (HAMT) serta misi interdiksi. Sistem propulsi menggunakan mesin turbofan buatan PT ITB, menandai langkah awal kemandirian industri mesin pesawat tempur dalam negeri.
Spesifikasi Teknis dan Kemampuan Siluman EH-2
Konfigurasi sayap terbang yang diusung EH-2 bukan sekadar pilihan aerodinamika, melainkan fondasi utama kemampuan siluman. Desain ini menghilangkan permukaan vertikal yang memantulkan gelombang radar, dikombinasikan dengan material komposit penyerap radar (RAM) dan saluran masuk udara (intake) yang tersembunyi. Hasilnya, RCS pesawat diperkirakan setara dengan burung besar, sangat sulit dideteksi radar musuh pada jarak operasional. Spesifikasi teknis utama EH-2 meliputi:
- Berat lepas landas maksimum (MTOW): 8.000 kg
- Kapasitas muatan internal: 1.500 kg (rudal BRIMSTONE, bom pandu LASER, dan pod intai elektronik)
- Durasi terbang: 12 jam pada ketinggian jelajah 40.000 kaki
- Kecepatan jelajah: subsonik tinggi (diperkirakan Mach 0,8)
- Propulsi: mesin turbofan ITB-R80 hasil pengembangan PT ITB
- Konfigurasi siluman: sayap terbang planar, intake S-duct, material RAM komposit
- Misi utama: HAMT, interdiksi, serangan presisi, dan pengintaian elektronik
Kehadiran kemampuan HAMT memungkinkan EH-2 berpatroli di ketinggian jelajah selama setengah hari penuh, ideal untuk pengawasan wilayah perbatasan dan penghancuran target bernilai tinggi secara mendadak. Integrasi rudal BRIMSTONE dan bom pandu LASER memberikan fleksibilitas serangan presisi dalam berbagai skenario operasi.
Roadmap Fabrikasi dan Integrasi Ekosistem Industri Pertahanan Nasional
PT DI telah menetapkan jadwal pengembangan yang ketat untuk mewujudkan konsep EH-2 menjadi prototipe terbang. Langkah pertama adalah uji aerodinamika di terowongan angin LAPAN yang dijadwalkan pada tahun 2027 untuk memvalidasi karakteristik sayap terbang dan performa siluman pada berbagai sudut serang. Setelah itu, fabrikasi prototipe akan dimulai pada 2028, dengan target uji terbang perdana pada 2029. Konsep ini juga mengintegrasikan ekosistem industri pertahanan nasional: mesin turbofan dari PT ITB, avionik dan sistem kendali dari PT LEN, serta material komposit dari BUMN dan swasta lokal. Kolaborasi ini memperkuat peta jalan kemandirian alutsista, terutama dalam hal UAV tempur kelas strategis yang sebelumnya sangat bergantung pada impor.
Outlook teknologi: Keberhasilan pengembangan EH-2 akan menjadi game-changer bagi industri pertahanan nasional, membuka jalur bagi produksi UAV tempur siluman secara mandiri. Rekomendasi strategis bagi pelaku industri adalah mempercepat investasi dalam rantai pasok komposit RAM dan sistem propulsi turbofan dalam negeri, serta memperkuat kolaborasi antara BUMN, perguruan tinggi, dan startup teknologi militer. Jika roadmap ini terealisasi tepat waktu, Indonesia berpotensi menjadi salah satu dari segelintir negara yang mampu memproduksi UAV tempur kelas strategis dengan teknologi siluman dan kemampuan HAMT secara mandiri.