READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

PT DI dan PT PAL Sinergi Kembangkan Drone Tempur 'Gagak 2' dengan Kemampuan Stealth

PT DI dan PT PAL Sinergi Kembangkan Drone Tempur 'Gagak 2' dengan Kemampuan Stealth

PT DI dan PT PAL bersinergi mengembangkan drone tempur Gagak 2 kelas MALE dengan kemampuan stealth, muatan 1,2 ton, dan endurance 36 jam yang diproduksi dari material komposit lokal. Proyek ini menandai lompatan kemandirian industri pertahanan nasional, dengan uji terbang direncanakan pada Maret 2027. Keberhasilan platform ini akan membuka peluang ekspor dan memperkuat postur pertahanan multidomain TNI.

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan PT PAL Indonesia mengumumkan kolaborasi strategis pengembangan drone tempur kelas MALE (Medium Altitude Long Endurance) berjuluk Gagak 2. Platform udara nirawak ini dirancang dengan konfigurasi aerodinamis stealth yang mampu menekan radar cross section (RCS) hingga level minimal, serta membawa muatan tempur 1,2 ton—terdiri dari rudal udara-ke-darat dan pod pengintai. Dengan kecepatan jelajah 250 knot (463 km/jam) dan durasi terbang 36 jam, Gagak 2 diproyeksikan menjadi tulang punggung operasi intai dan serang jarak jauh TNI AU. Seluruh material komposit serat karbon yang digunakan diproduksi di dalam negeri oleh PT DI, menandai lompatan besar dalam kemandirian industri pertahanan nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Arsitektur Modular dan Spesifikasi Teknis Gagak 2

Gagak 2 mengusung pendekatan desain modular yang memungkinkan konfigurasi misi fleksibel—mulai dari pengintaian strategis, patroli maritim, hingga serangan presisi. Seluruh sub-sistem dikembangkan bersama antara PT DI sebagai integrator aerodinamika dan avionik, dan PT PAL yang menyumbang keahlian kapal perang serta sistem kendali nirawak maritim. Berikut rincian spesifikasi teknis utama yang telah diungkapkan dalam tahap pengembangan:

  • Kelas MALE: ketinggian operasional hingga 30.000 kaki dengan endurance 36 jam nonstop.
  • Muatan tempur: 1.200 kg, kompatibel dengan rudal AGM-114 Hellfire, bom pintar berpemandu laser, dan pod EO/IR multispektral.
  • Kecepatan jelajah: 250 knot (463 km/jam), dengan kecepatan maksimum 300 knot.
  • Material: komposit serat karbon buatan PT DI sendiri, mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan rasio kekuatan-terhadap-berat.
  • Sistem avionik: terintegrasi penuh dengan data link satelit untuk komunikasi beyond line of sight (BLOS).
  • Radar cross section rendah: berkat bentuk airframe stealth dan pelapisan material penyerap gelombang radar (RAM).

Sinergi antara PT DI dan PT PAL tersebut memperkuat ekosistem alutsista multdomain yang menjadi fondasi transformasi industri pertahanan Indonesia. Dengan menguasai teknologi komposit dan integrasi misi, kedua BUMN ini mereduksi ketergantungan pada mitra asing sekaligus membuka peluang eksploitasi varian turunan untuk kebutuhan TNI dan pasar ekspor.

Integrasi Avionik Satelit dan Jalan Menuju Uji Terbang 2027

Fase pengembangan Gagak 2 kini telah memasuki tahapan integrasi avionik dan uji statis struktur. Sistem data link satelit yang digunakan merupakan teknologi ku-band buatan anak bangsa, memungkinkan kendali dan transmisi data real-time dari jarak ribuan kilometer—krusial untuk misi patroli maritim dan kontra-terorisme di wilayah NKRI yang luas. PT PAL turut berkontribusi dalam pengembangan sistem ground control station (GCS) yang mampu dikendalikan dari kapal perang, menjadikan Gagak 2 sebagai platform nirawak lintas domain yang siap beroperasi dari darat maupun laut. Rencana uji terbang perdana ditetapkan pada Maret 2027 setelah sertifikasi oleh Badan SAR dan Otoritas Penerbangan Sipil. Jika berhasil, Gagak 2 diharapkan menjadi tulang punggung operasi intai dan serang jarak jauh TNI AU, sekaligus membuka peluang ekspor ke negara-negara mitra strategis.

Outlook Teknologi: Keberhasilan proyek Gagak 2 akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci di pasar drone tempur global. Pelaku industri pertahanan nasional perlu terus mengembangkan material komposit dan sistem avionik mandiri untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan daya saing. Kolaborasi lintas BUMN seperti antara PT DI dan PT PAL menjadi model ideal untuk akselerasi kemandirian alutsista, dengan potensi turunan varian maritim dan darat yang dapat memenuhi kebutuhan multdomain TNI. Investasi dalam sertifikasi dan uji terbang harus dijaga konsistensinya agar target 2027 tercapai dan Indonesia mampu bersaing dengan platform sejenis seperti Bayraktar TB2 atau CH-4.

drone|tempur|gagak2|pt di|pt pal
ENTITAS TERKAIT
Topik: pengembangan drone tempur Gagak 2, kolaborasi PT DI dan PT PAL
Organisasi: PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia
ARTIKEL TERKAIT