READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

Peneliti Unhan Ciptakan Drone Tempur Stealth dengan Material Komposit Lokal Berlapis RAM

Peneliti Unhan Ciptakan Drone Tempur Stealth dengan Material Komposit Lokal Berlapis RAM

Tim Peneliti Unhan menciptakan drone tempur stealth dengan material komposit lokal berlapis RAM ferit-cobalt, menghasilkan RCS 2 cm² pada frekuensi X-band. Drone ini memiliki spesifikasi teknis canggih dengan jangkauan 250 km dan durasi terbang 8 jam, serta diproyeksikan memasuki seri produksi pada 2029. Riset ini membangun kapasitas produksi material komposit dan RAM di dalam negeri, membuka peluang substitusi impor dan memperkuat kemandirian alutsista nasional.

Tim Peneliti Universitas Pertahanan (Unhan) berhasil menciptakan terobosan signifikan dalam kemandirian alutsista pertahanan udara nasional melalui pengembangan prototipe drone tempur stealth (UCAV) yang mengintegrasikan material komposit serat karbon hybrid berlapis Radar Absorbent Material (RAM) berbasis ferit-cobalt hasil sintesis laboratorium sendiri. Drone ini dirancang dengan konfigurasi sayap delta dan Diverterless Supersonic Inlet (DSI) terintegrasi, yang secara drastis mengurangi penampang radar hingga mencapai Radar Cross Section (RCS) hanya 2 cm² pada frekuensi X-band — setara dengan kemampuan siluman pesawat F-117. Inovasi ini tidak hanya menandai lompatan dalam riset material komposit lokal, tetapi juga membuka jalan bagi produksi massal drone stealth yang mandiri dan berdaya saing global.

Spesifikasi Teknis dan Kemampuan Operasional Drone Stealth Unhan

Prototipe drone tempur ini dirancang untuk misi pengintaian dan serangan presisi dengan spektrum kemampuan yang luas, didukung oleh sistem AI autonomous untuk navigasi medan rendah. Berikut adalah rincian spesifikasi teknis utama berdasarkan hasil riset yang dipublikasikan:

  • Konfigurasi: Sayap delta dengan saluran masuk udara DSI untuk mengurangi penampang radar dan meningkatkan efisiensi supersonik.
  • Material dan Siluman: Material komposit serat karbon hybrid yang dilapisi RAM ferit-cobalt, menghasilkan RCS 2 cm² di frekuensi X-band.
  • Persenjataan: Internal bay yang dapat menampung dua rudal ringan untuk misi serangan presisi, serta electro-optical turret untuk pengintaian optik.
  • Bobot dan Jangkauan: Bobot lepas landas maksimal (MTOW) 350 kg dengan jangkauan operasional 250 km.
  • Daya Tahan: Durasi terbang hingga 8 jam untuk misi pengintaian berkelanjutan.
  • Autonomi: Sistem AI autonomous untuk navigasi medan rendah (terrain-following) yang telah diuji coba di area perbukitan Sentul.

Penggunaan RAM ferit-cobalt yang disintesis secara lokal menjadi kunci utama dalam menekan biaya produksi dan mengurangi ketergantungan impor material strategis. Riset ini juga membuktikan bahwa drone dapat beroperasi di lingkungan geografis kompleks tanpa ketergantungan pada sinyal GPS eksternal, berkat sistem AI yang telah teruji.

Dampak Riset dan Proyeksi Produksi Drone Stealth Unhan

Proyek riset yang menelan biaya Rp 120 miliar ini tidak hanya menghasilkan prototipe fungsional, tetapi juga membangun kapasitas produksi komposit dan RAM di dalam negeri. Keberhasilan sintesis RAM berbasis ferit-cobalt di laboratorium Unhan membuka peluang substitusi impor material strategis yang selama ini menjadi kendala dalam program kemandirian alutsista. Uji coba sistem AI untuk navigasi medan rendah di perbukitan Sentul membuktikan kemampuan drone beroperasi tanpa ketergantungan pada sinyal GPS eksternal, menjadikannya platform yang tangguh untuk misi di daerah terpencil. Diproyeksikan, drone stealth ini akan masuk seri produksi pada 2029, dengan target awal untuk memenuhi kebutuhan TNI AU dalam misi pengintaian dan serangan presisi jarak menengah. Langkah strategis selanjutnya adalah menjalin kemitraan dengan BUMN industri pertahanan seperti PT Dirgantara Indonesia untuk transfer teknologi dan skala produksi.

Dari perspektif industri, riset ini membuka jalan bagi pengembangan platform tempur yang lebih besar dengan kemampuan stealth penuh. Ke depan, penguasaan material komposit dan RAM lokal harus diintegrasikan ke dalam ekosistem manufaktur alutsista yang berdaulat, sejalan dengan visi Indonesia sebagai pemain kunci di kawasan. Rekomendasi strategis bagi pelaku industri pertahanan adalah memperkuat kolaborasi riset antara universitas, BUMN, dan startup teknologi untuk mempercepat komersialisasi inovasi, serta mempersiapkan rantai pasok material komposit dan RAM yang mandiri guna menekan biaya produksi dan meningkatkan daya saing global.

dron stealth|Unhan|material komposit|RAM|riset
ENTITAS TERKAIT
Topik: drone tempur stealth, material komposit lokal, Unhan
Organisasi: Universitas Pertahanan, Fakultas Teknik Militer
Lokasi: Sentul
ARTIKEL TERKAIT