READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

Pemerintah Pacu Produksi Radar dan EW Nasional untuk Tingkatkan Kemandirian Pertahanan Udara

Pemerintah Pacu Produksi Radar dan EW Nasional untuk Tingkatkan Kemandirian Pertahanan Udara

BPPT bersama PT Len dan PT INTI mempercepat pengembangan radar AESA/MESA dan sistem electronic warfare (EW) domestik untuk mencapai kemandirian teknologi pertahanan udara. Program ini menargetkan kemampuan deteksi target stealth serta penguasaan komponen inti seperti TRM dan DSP, sekaligus membangun rantai pasok yang resilien dan siap menopang pertahanan nasional di masa depan.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama PT Len dan PT INTI sedang mengakselerasi pengembangan Radar dan sistem Electronic Warfare (EW) domestik. Program ini menargetkan kemampuan deteksi low-observable targets (stealth) dan penguasaan spektrum elektromagnetik yang semakin kompleks, sebagai wujud nyata Kemandirian Teknologi pertahanan udara nasional. Dengan fokus pada radar phased-array multifungsi (AESA/MESA) dan sistem EW untuk electronic attack (EA), electronic protection (EP), serta electronic support (ES), inisiatif ini dirancang untuk membangun arsitektur pertahanan yang adaptif dan berdaulat.

Arsitektur Radar Multifungsi: Dari Ground-Based Hingga Airborne Early Warning

Radar AESA yang dikembangkan untuk aplikasi ground-based air defense menawarkan kemampuan beam steering elektronik yang dinamis, memungkinkan prioritas pelacakan ancaman secara real-time. Dengan ratusan elemen TRM yang terintegrasi, radar ini mampu menghasilkan beam yang sangat sempit dan akurat, menekan kemungkinan deteksi oleh sistem EW lawan. Sementara itu, varian MESA untuk platform Airborne Early Warning and Control (AEW&C) memberikan jangkauan deteksi hingga ratusan kilometer dengan kemampuan pemindaian 360 derajat. Teknologi ini dirancang untuk bekerja di lingkungan clutter yang tinggi, dengan algoritma digital signal processing (DSP) yang mampu memfilter sinyal palsu dan mempertahankan akurasi deteksi target stealth. Dengan kemampuan deteksi dan pelacakan secara simultan, radar ini mampu menangani ancaman hingga 200 target sekaligus. Integrasi dengan sistem intercept berbasis rudal dan kanon menjadi bagian dari layered defense architecture yang terhubung melalui data link, sehingga setiap radar dapat berbagi informasi taktis secara real-time dengan platform lain.

Berikut adalah elemen-elemen kunci dalam pengembangan radar domestik:

  • Radar AESA multifungsi dengan kemampuan electronic beam steering dan mode interleaved search-track.
  • Radar MESA untuk AEW&C dengan kemampuan deteksi dan penjejakan target udara dan maritim.
  • Mode synthetic aperture radar (SAR) untuk pemetaan resolusi tinggi dalam segala cuaca.
  • Integrated air defense network yang menghubungkan data radar dengan sistem komando, kontrol, dan komunikasi.

Di sisi Electronic Warfare, penguasaan teknologi inti seperti transmitter/receiver modules (TRM) untuk AESA dan digital signal processing (DSP) untuk EA/EP/ES menjadi kunci dalam membangun supply chain yang resilient. Penguasaan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada impor, tetapi juga membuka peluang ekspor komponen pertahanan bernilai tinggi. BPPT dan PT Len telah mengembangkan prototipe DSP yang mampu melakukan identifikasi emisi elektromagnetik secara cepat dan adaptif, menjadi fondasi bagi sistem EW generasi baru yang terintegrasi dengan jaringan radar nasional. Dengan kemampuan electronic attack (EA) yang presisi, sistem ini mampu mengganggu, menipu, atau menetralkan radar dan komunikasi lawan. Selain itu, sistem EW juga dilengkapi fitur machine learning untuk adaptasi terhadap taktik baru lawan.

Outlook Teknologi dan Rekomendasi Strategis

Dengan roadmap yang jelas, Indonesia diproyeksikan mampu memproduksi radar dan sistem EW secara mandiri dalam lima tahun ke depan. Penguatan kolaborasi antara BPPT, PT Len, PT INTI, dan lembaga riset akan mempercepat transfer teknologi dan pengembangan material semikonduktor generasi baru seperti gallium nitride (GaN). GaN menawarkan efisiensi daya tinggi dan bandwidth lebar, menjadikannya kandidat ideal untuk modul pemancar generasi berikutnya. Bagi pelaku industri, investasi di bidang komponen elektronik dan perangkat lunak pemrosesan sinyal menjadi langkah strategis untuk menjamin keberlanjutan ekosistem pertahanan nasional. Dengan fondasi ini, Indonesia akan menjadi pemain kunci dalam industri radar dan EW di kawasan Indo-Pasifik.

Radar|Electronic Warfare|Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi|Kemandirian Teknologi
ENTITAS TERKAIT
Topik: pengembangan radar, sistem electronic warfare, kemandirian pertahanan udara
Organisasi: BPPT, PT Len, PT INTI
Lokasi: Indonesia
ARTIKEL TERKAIT