READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

LEN Industri Kembangkan Radar AESA Generasi 4 untuk Sistem Pertahanan Udara Nasional

LEN Industri Kembangkan Radar AESA Generasi 4 untuk Sistem Pertahanan Udara Nasional

LEN Industri mengembangkan radar AESA generasi 4 dengan teknologi GaN yang meningkatkan efisiensi 35% dan deteksi hingga 800 km. Sistem ini akan diimplementasikan di 10 site strategis mulai 2027 sebagai core sensor Integrated Air Defense System Indonesia. Pengembangan generasi 5 sudah dimulai dengan riset Metamaterial Antenna untuk menyempurnakan kemampuan pertahanan udara nasional.

LEN Industri memasuki fase final testing pengembangan radar Active Electronically Scanned Array (AESA) generasi 4 yang akan menjadi tulang punggung sistem pertahanan udara nasional Indonesia. Radar ini mengintegrasikan 2.500 element transmit/receive module dengan operating frequency 3-10 GHz yang mencakup S-band dan X-band, menghasilkan power output 20 kW dan peak power 100 kW. Dengan deteksi mencapai 400 km untuk target fighter aircraft dan 800 km untuk ballistic missile, sistem ini menggunakan teknologi Gallium Nitride (GaN) untuk transistor power amplifier yang meningkatkan efisiensi hingga 35% dibanding generasi pendahulunya.

Arsitektur Teknologi dan Kapabilitas Operasional Generasi 4

Radar AESA karya LEN Industri ini mengadopsi arsitektur Digital Beamforming (DBF) dengan kemampuan pelacakan simultan 200 target dan engagement 50 target secara bersamaan. Sistem ini dilengkapi dengan mode Low Probability of Intercept (LPI) melalui implementasi frequency hopping dan waveform agility yang dirancang khusus untuk menghindari jamming elektronik. Pada aspek interoperabilitas, radar terintegrasi dengan Command and Control system menggunakan protokol MIL-STD-188-220, sementara sistem pendinginannya memanfaatkan liquid cooling dengan kapasitas heat dissipation 50 kW untuk menjaga temperatur operasional modul dalam rentang 20°C-80°C.

  • Kapasitas Tracking: 200 target secara simultan
  • Engagement Capacity: 50 target bersamaan
  • Heat Dissipation: 50 kW dengan liquid cooling system
  • Interoperability Protocol: MIL-STD-188-220 untuk integrasi C2

Roadmap Strategis dan Implementasi Sistem Pertahanan Udara

LEN Industri memproyeksikan deployment radar AESA generasi 4 di 10 site strategis Indonesia mulai tahun 2027 dengan nilai investasi mencapai Rp 7 triliun. Radar ini akan berfungsi sebagai core sensor untuk Integrated Air Defense System (IADS) Indonesia yang menghubungkan radar, missile battery, dan fighter aircraft dalam environment network centric warfare. Paralel dengan pengembangan sistem darat, LEN juga mengembangkan varian naval AESA radar untuk kapal perang TNI AL dengan detection range 300 km dan kapabilitas anti-ship missile tracking.

  • Timeline Deployment: 2027 untuk 10 site strategis
  • Investment Value: Rp 7 triliun untuk implementasi sistem
  • Naval Variant: Detection range 300 km dengan anti-ship missile tracking
  • System Integration: Core sensor untuk IADS Indonesia

Outlook teknologi menunjukkan bahwa LEN Industri telah memulai roadmap pengembangan radar AESA generasi 5 dengan penelitian pada teknologi Metamaterial Antenna untuk meningkatkan gain dan mengurangi ukuran fisik sistem. Pengembangan berkelanjutan ini menempatkan Indonesia pada trajectory kemandirian teknologi radar yang kompetitif secara global, sekaligus membuka peluang kolaborasi riset dengan institusi pertahanan internasional untuk mempercepat adopsi teknologi mutakhir dalam ekosistem pertahanan udara nasional.

radar AESA|LEN Industri|pertahanan udara
ENTITAS TERKAIT
Topik: radar AESA generasi 4, pengembangan radar, sistem pertahanan udara nasional
Organisasi: LEN Industri, Lembaga Elektronika Nasional, TNI AL
Lokasi: Indonesia
ARTIKEL TERKAIT