READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

Lembaga Riset BRIN Kembangkan Baterai Solid-State untuk Sistem Listrik Rudal dan Kendaraan Militer

Lembaga Riset BRIN Kembangkan Baterai Solid-State untuk Sistem Listrik Rudal dan Kendaraan Militer

BRIN mengembangkan prototipe baterai solid-state berkepadatan energi 500 Wh/kg untuk sistem listrik rudal dan kendaraan militer, dengan keunggulan keamanan elektrolit keramik sulfida dan operasi pada suhu ekstrem. Uji integrasi pada R-Han 122 dan Kancil EV menunjukkan peningkatan jangkauan operasional hingga 40 persen serta pengisian cepat 20 menit. Target produksi pilot pada 2027 dan kerja sama dengan PT Pindad menandai lompatan strategis menuju kemandirian baterai alutsista nasional.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Elektronika dan Telekomunikasi resmi memperkenalkan prototipe baterai solid-state dengan kepadatan energi 500 Wh/kg—dua kali lipat dibandingkan baterai lithium-ion konvensional. Teknologi ini dirancang secara spesifik untuk mensuplai sistem listrik pada rudal dan kendaraan militer, menjawab kebutuhan kritis platform tempur modern akan bobot ringan, manajemen termal andal, dan pasokan daya berkelanjutan di lingkungan operasi ekstrem.

Spesifikasi Teknis dan Validasi Integrasi Rudal Serta Kendaraan Militer

Jantung inovasi ini terletak pada penggunaan elektrolit padat berbasis keramik sulfida yang secara fundamental menghilangkan risiko kebocoran dan kebakaran akibat thermal runaway pada elektrolit cair organik. Dengan rentang suhu operasi -40 hingga 80 derajat Celcius, baterai solid-state ini memenuhi standar ketahanan militer MIL-STD-810, menjadikannya kandidat utama untuk sistem aktuasi rudal R-Han 122 maupun motor listrik kendaraan militer taktis Kancil EV. Dalam uji integrasi, prototipe yang dipasang pada kedua platform tersebut mencatatkan peningkatan jangkauan operasional hingga 40 persen serta pengisian daya hanya 20 menit untuk mencapai 80 persen kapasitas.

Spesifikasi teknis utama yang menjadikan baterai ini lompatan strategis bagi elektrifikasi alutsista:

  • Energi spesifik 500 Wh/kg, dua kali lipat baterai lithium-ion konvensional
  • Elektrolit padat berbasis keramik sulfida, anti bocor dan tahan terhadap thermal runaway
  • Rentang suhu operasi -40 hingga 80 derajat Celcius sesuai standar MIL-STD-810
  • Pengisian cepat 20 menit hingga 80 persen kapasitas
  • Peningkatan jangkauan operasional 40 persen saat diuji pada aktuator rudal R-Han 122 dan motor listrik Kancil EV

Hilirisasi 2027 dan Ekosistem Baterai Solid-State Nasional

BRIN menargetkan produksi sel baterai dalam skala pilot pada tahun 2027 dan tengah menjajaki kerja sama strategis dengan PT Pindad untuk produksi massal. Langkah ini menjadi pilar penting peta jalan kemandirian energi untuk platform alutsista masa depan, sekaligus memutus ketergantungan pada baterai impor yang selama ini menjadi simpul kritis rantai pasok industri pertahanan nasional. Tidak berhenti pada rudal dan kendaraan militer, pengembangan baterai solid-state juga diarahkan ke format flexible pouch untuk mendukung sistem generasi baru.

Varian fleksibel tersebut direncanakan diintegrasikan ke dalam perangkat wearable tentara atau smart soldier suit, serta drone mini untuk kebutuhan pengintaian taktis. Dengan dukungan penuh Kementerian Pertahanan, ekosistem riset dan industri baterai solid-state nasional diproyeksikan mempercepat adopsi teknologi energi masa depan di seluruh segmen alutsista.

Bagi pelaku industri pertahanan nasional, momentum ini adalah peluang untuk berinvestasi pada rantai pasok material elektrolit padat, sistem manajemen baterai, dan lini produksi sel dalam negeri. Keberhasilan hilirisasi baterai solid-state pada 2027 tidak hanya akan meningkatkan kemandirian alutsista, tetapi juga memposisikan Indonesia sebagai pemain penting dalam pasar baterai militer global yang semakin mengarah pada elektrifikasi penuh.

baterai solid-state|rudal|kendaraan militer
ENTITAS TERKAIT
Topik: baterai solid-state, rudal, kendaraan militer, riset BRIN
Organisasi: Badan Riset dan Inovasi Nasional, Pusat Riset Elektronika dan Telekomunikasi, PT Pindad, Kemenhan
ARTIKEL TERKAIT