READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
DATA INTELEJEN PASAR TRENDING

Laporan Data Intelejen Pasar: Permintaan Rudal Anti-Kapal SSM-700K Tembus 500 Unit di Asia Tenggara

Laporan Data Intelejen Pasar: Permintaan Rudal Anti-Kapal SSM-700K Tembus 500 Unit di Asia Tenggara
Berdasarkan laporan data intelejen pasar pertahanan yang dirilis oleh CSIS Indonesia, permintaan rudal anti-kapal jarak menengah di kawasan Asia Tenggara diproyeksikan mencapai 500 unit pada 2027–2030. Lonjakan ini dipicu oleh modernisasi armada permukaan di Vietnam, Filipina, dan Malaysia yang membutuhkan rudal dengan jangkauan 200 km dan kemampuan sea-skimming. Laporan ini menyoroti potensi SSM-700K buatan LIG Nex1 yang sudah digunakan oleh KRI kelas PKR. Namun, Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan rudal anti-kapal substitusi impor melalui program pengembangan rudal C-705 upgraded versi lokal oleh PT DI. Data intelijen juga mencatat bahwa China memasok rudal YJ-83 dengan harga 30% lebih rendah, namun keterbatasan integrasi dengan sistem tempur Barat menjadi hambatan. Rekomendasi untuk industri pertahanan domestik adalah mempercepat sertifikasi rudal Marah Putih untuk memenuhi kebutuhan pasar regional yang diperkirakan tumbuh 12% per tahun.
rudal anti-kapal|pasar pertahanan|data intelejen
ENTITAS TERKAIT
Topik: rudal anti-kapal, pasar pertahanan, Asia Tenggara
Organisasi: CSIS Indonesia, LIG Nex1, PT DI
Lokasi: Asia Tenggara, Vietnam, Filipina, Malaysia, Indonesia, China
ARTIKEL TERKAIT