READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
OPTIMALISASI KEBUTUHAN TRENDING

Kemhan RI Teken Kontrak Kapal Selam Scorpene Evolved untuk Dua Unit Tambahan

Kemhan RI Teken Kontrak Kapal Selam Scorpene Evolved untuk Dua Unit Tambahan

Kemhan RI menandatangani kontrak pengadaan dua unit kapal selam Scorpene Evolved dengan bobot 2.000 ton dan sistem AIP yang mampu menyelam hingga 21 hari. Teknologi siluman dan torpedo Black Shark Heavyweight menjadi andalan, sementara basis operasi di Palembang memperkuat pertahanan Selat Malaka. Program MEF tahap III ini sekaligus mendorong kemandirian industri pertahanan nasional melalui alih teknologi dari Naval Group ke PT PAL Indonesia.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia secara resmi menandatangani kontrak pengadaan dua unit kapal selam varian Scorpene Evolved bersama Naval Group dan PT PAL Indonesia. Kapal selam ini memiliki bobot standar 2.000 ton dengan konfigurasi Air Independent Propulsion (AIP) yang memungkinkan operasi bawah air hingga 21 hari tanpa harus muncul ke permukaan untuk snorkel. Sistem sonar canggih dan persenjataan torpedo Black Shark Heavyweight menjadi andalan utama dalam pertempuran antikapal selam dan antikapal permukaan. Proyek ini merupakan bagian dari program Minimum Essential Force (MEF) tahap III dengan estimasi nilai kontrak mencapai 1,2 miliar dolar AS, menandai langkah strategis dalam modernisasi armada bawah air TNI AL.

Keunggulan Teknologi AIP dan Siluman Operasional

Sistem propulsi AIP yang diadopsi dari Naval Group memberikan kapal selam ini keunggulan siluman (stealth) yang signifikan. Dengan kemampuan menyelam terus-menerus tanpa perlu mengambil udara dari permukaan, Scorpene Evolved dapat melakukan patroli bawah air dalam durasi panjang di perairan strategis seperti Selat Malaka. Teknologi ini mengurangi risiko deteksi akustik dan meningkatkan fleksibilitas taktis. Spesifikasi teknis utama meliputi:

  • Bobot: 2.000 ton (standar surfaced) dengan panjang sekitar 72 meter
  • Propulsi: Diesel-Electric + AIP MESMA (Module d'Energie Sous-Marine Autonome) buatan Naval Group
  • Kecepatan: >20 knot (terendam) dan >12 knot (permukaan)
  • Persenjataan: 6 tabung torpedo 533 mm untuk torpedo Black Shark Heavyweight dan rudal anti-kapal
  • Sonar: Sistem sonar aktif/pasif array dengan kemampuan deteksi jarak jauh

Keandalan sistem AIP ini menjadikan proses pengadaan sebagai lompatan teknologi bagi PT PAL Indonesia, yang akan terlibat dalam pembangunan dan alih teknologi di fasilitas galangan kapal dalam negeri.

Dampak Strategis: Basis Palembang dan Program MEF Tahap III

Basis operasi utama dari dua unit kapal selam tambahan ini akan ditempatkan di Palembang, Sumatera Selatan. Keputusan ini memperkuat pertahanan laut Indonesia di kawasan Selat Malaka yang merupakan jalur pelayaran tersibuk di dunia. Dengan keberadaan Scorpene Evolved, TNI AL akan memiliki kemampuan interdiksi bawah air yang lebih baik, terutama dalam menjaga kedaulatan di perairan barat Nusantara. Program MEF tahap III menargetkan peningkatan kekuatan pokok minimum alutsista, termasuk penambahan armada kapal selam dari jenis konvensional dan diesel-elektrik. Proyek ini juga mendorong kemandirian industri pertahanan nasional melalui partisipasi PT PAL dalam proses produksi dan pemeliharaan.

Dari sisi industri, pengadaan ini membuka peluang bagi perusahaan komponen pertahanan dalam negeri untuk terlibat dalam rantai pasok sistem sonar, baterai AIP, dan sistem kontrol tempur. Kolaborasi dengan Naval Group memastikan transfer teknologi tingkat lanjut, termasuk dalam pembuatan tabung torpedo dan sistem propulsi siluman. Ke depan, pengalaman membangun Scorpene Evolved akan menjadi fondasi bagi pengembangan varian kapal selam nasional yang lebih otonom dan berdaya jelajah tinggi.

Outlook teknologi: Industri pertahanan nasional perlu segera mematangkan peta jalan (roadmap) penguasaan teknologi AIP dan sistem sonar array untuk generasi berikutnya. Rekomendasi strategis bagi pelaku industri adalah membangun pusat riset bersama antara PT PAL, Naval Group, dan lembaga riset dalam negeri guna menciptakan inovasi pada sistem propulsi listrik dan baterai solid-state yang lebih tahan lama. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pemain kunci dalam rantai pasok teknologi kapal selam global.

kapal selam|scorpene|pengadaan
ENTITAS TERKAIT
Topik: pengadaan kapal selam Scorpene Evolved, program MEF tahap III, pertahanan laut Indonesia
Organisasi: Kementerian Pertahanan RI, Naval Group, PT PAL Indonesia
Lokasi: Palembang, Sumatera Selatan, Selat Malaka, Indonesia
ARTIKEL TERKAIT