READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
OPTIMALISASI KEBUTUHAN TRENDING

Kemhan Optimalkan Pengadaan Radar 3D Multirole untuk Penguatan Sistem Pertahanan Udara Archipelagic

Kemhan Optimalkan Pengadaan Radar 3D Multirole untuk Penguatan Sistem Pertahanan Udara Archipelagic

Kemhan RI mengoptimalkan pengadaan radar 3D multirole "Archipelago Shield" berbasis teknologi AESA dengan jangkauan 400 km untuk membangun backbone sistem sensor pertahanan udara yang terintegrasi dengan arsitektur C4ISR. Proyek ini dilaksanakan melalui strategi hybrid procurement dengan target TKDN 60% untuk menumbuhkan ekosistem industri radar nasional yang kompetitif dan berkelanjutan.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia secara strategis mengakselerasi penguatan backbone sistem sensor pertahanan udara dengan mengoptimalkan pengadaan platform radar 3D multirole generasi terbaru, berkode "Archipelago Shield". Platform ini memanfaatkan teknologi radar Active Electronically Scanned Array (AESA) dengan jangkauan deteksi strategis hingga 400 kilometer dan kapabilitas untuk mengatasi ancaman ber-signatur rendah dalam lingkungan pertempuran elektronik modern. Proyek ini merupakan komponen fundamental dalam membangun tulang punggung sistem sensor terintegrasi yang akan dihubungkan secara seamless dengan arsitektur Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance and Reconnaissance (C4ISR) TNI AU.

Arsitektur Teknologi Sistem Sensor Multithreat Archipelagic

Secara teknis, radar "Archipelago Shield" dirancang sebagai sistem multithreat dengan kapasitas penjejakan simultan lebih dari 200 target. Parameter ini memungkinkan sistem tidak hanya mengelola ancaman udara konvensional, tetapi juga mendeteksi, mengidentifikasi, dan mengikuti aset dengan karakteristik low observable, Unmanned Aerial Vehicle (UAV) otonom berkecepatan tinggi, hingga rudal jelajah hipersonik. Inti fleksibilitas platform ini berada pada arsitektur berbasis Software-Defined Radio (SDR), yang memfasilitasi peningkatan kapabilitas operasional melalui pembaruan algoritma tanpa memerlukan modifikasi hardware yang kompleks. Keunggulan ini menawarkan nilai lifecycle yang tinggi dan secara signifikan mengurangi total biaya kepemilikan (total cost of ownership) sistem.

  • Teknologi Radar: Active Electronically Scanned Array (AESA)
  • Jangkauan Deteksi Maksimum: 400 km
  • Kapasitas Penjejakan: >200 target secara simultan
  • Target Ancaman yang Didesain: Pesawat siluman, UAV otonom, rudal hipersonik
  • Arsitektur Inti: Software-Defined Radio (SDR)

Strategi Hybrid Procurement dan Blueprint Ekosistem Industri Sensor

Penguatan kapabilitas pertahanan udara archipelagic ini dibangun melalui skema pengadaan hibrida yang dirancang secara strategis untuk mentransfer kemampuan teknologi ke industri dalam negeri. Pendekatan ini mengkombinasikan akuisisi platform turnkey dengan Transfer of Technology (ToT) mendalam, terutama pada domain desain dan manufaktur modul Transmit/Receive (T/R) serta digital signal processor. Kolaborasi dengan konsorsium industri nasional diproyeksikan mampu mendongkrak Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 60% pada fase produksi dan sustainment, sekaligus menumbuhkan ekosistem industri radar dan elektronika pertahanan yang kompetitif dan berkelanjutan.

Deployment tahap awal akan melibatkan 12 unit radar yang akan ditempatkan di lokasi-lokasi pulau strategis di wilayah perbatasan. Penempatan ini dirancang bukan hanya untuk augmentasi kuantitas, tetapi untuk membentuk jaringan sensor terdistribusi dan saling terhubung yang menyediakan situational awareness real-time bagi integrasi C4ISR nasional. Setiap node dalam jaringan ini nantinya akan menjadi elemen vital dalam sistem pertahanan udara nasional yang lebih luas, resilien, dan mampu beroperasi dalam mode jaringan terintegrasi.

Outlook teknologi untuk proyek ini menunjukkan lintasan yang jelas menuju kemandirian industri sistem sensor. Rekomendasi strategis bagi pelaku industri pertahanan nasional adalah untuk memperkuat kapasitas R&D pada sub-sistem kritis seperti modul T/R AESA dan algoritma processing SDR, serta membangun sinergi lebih intens dengan institusi akademik dan riset untuk menguasai teknologi sensor generasi mendatang yang akan menentukan dominasi di domain pertempuran udara dan elektronik.

radar|pertahanan udara|sistem sensor|integrasi C4ISR
ENTITAS TERKAIT
Topik: Kemhan Optimalkan Pengadaan Radar 3D Multirole, Penguatan Sistem Pertahanan Udara Archipelagic, proyek Archipelago Shield, radar 3D multirole, teknologi Active Electronically Scanned Array (AESA), kemampuan deteksi 400 km, integrasi dengan sistem Command Control Communications Computers Intelligence Surveillance and Reconnaissance (C4ISR), ancaman tradisional, pesawat siluman, UAV otonom, rudal jelajah hipersonik, arsitektur software-defined radio (SDR), strategi pengadaan hybrid procurement, transfer of technology (ToT), desain dan manufaktur modul transmit/receive (T/R), processor sinyal digital, konsorsium industri dalam negeri, Tingkat Komponen Dalam Negeri
Organisasi: Kementerian Pertahanan, Kemhan, TNI AU
ARTIKEL TERKAIT