READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
OPTIMALISASI KEBUTUHAN TRENDING

Kementerian Pertahanan Resmi Kontrak Rudal Anti-Kapal C-705 untuk TNI AL

Kementerian Pertahanan Resmi Kontrak Rudal Anti-Kapal C-705 untuk TNI AL

Kementerian Pertahanan RI menandatangani kontrak pengadaan rudal anti-kapal C-705 senilai Rp1,2 triliun untuk TNI AL, diproduksi PT Pindad dengan transfer teknologi dari China. Rudal berjangkauan 70-130 km ini akan memperkuat KCR Kelas Klewang dan meningkatkan kapabilitas A2/AD di Natuna dan perairan timur. Langkah ini juga menjadi katalis bagi kemandirian industri pertahanan nasional dalam penguasaan teknologi misil.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI secara resmi menandatangani kontrak pengadaan rudal anti-kapal C-705 senilai Rp1,2 triliun untuk memperkuat armada Korps Marinir TNI AL. Kontrak ini menandai langkah strategis dalam pemenuhan kebutuhan alutsista minimum essential force (MEF) yang telah dicanangkan sejak 2023. Rudal dengan jangkauan tempur 70-130 kilometer ini diproduksi melalui skema transfer teknologi antara PT Pindad dan CPMIEC China, menjadikan industri pertahanan nasional sebagai pemain kunci dalam rantai pasok sistem senjata tersebut.

Spesifikasi Teknis dan Kapabilitas Tempur C-705

C-705 dirancang sebagai rudal anti-kapal generasi baru dengan sistem navigasi inersial (INS) yang dipadukan dengan pencari radar aktif (active radar seeker). Kombinasi ini memungkinkan serangan presisi terhadap target permukaan dalam kondisi elektronik warfare yang intens. Rudal ini mampu terbang pada ketinggian rendah (sea-skimming) untuk menghindari deteksi radar musuh, kemudian bermanuver tajam pada fase terminal untuk menembus pertahanan lawan.

  • Jangkauan: 70-130 km, memberikan fleksibilitas taktis bagi kapal cepat rudal (KCR) untuk menyerang tanpa memasuki zona pertahanan lawan.
  • Hulu ledak: 130 kg fragmentasi tinggi, dioptimalkan untuk menimbulkan kerusakan struktural pada kapal perang kelas frigat.
  • Sistem propulsi: Turbojet dengan pendorong roket (booster) untuk akselerasi awal dari peluncur.
  • Integrasi: Kompatibel dengan sistem peluncur ganda (multiple launcher) yang dipasang pada KCR kelas Klewang.

Dampak Strategis dan Kemandirian Industri Pertahanan

Kerja sama dengan CPMIEC tidak hanya berhenti pada transfer produk, tetapi mencakup alih teknologi pembuatan komponen kritis seperti sistem pencari dan avionik. PT Pindad akan memainkan peran sentral dalam perakitan akhir serta uji fungsi di fasilitas produksi di Indonesia. Skema ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada sistem persenjataan, mengurangi ketergantungan impor dalam jangka panjang.

Proyeksi pengiriman hingga 2027 meliputi 60 unit rudal beserta sistem peluncur ganda, yang akan didistribusikan ke pangkalan-pangkalan TNI AL di kawasan Natuna dan perairan timur Indonesia. Dengan integrasi ke radar kapal cepat rudal (KCR) kelas Klewang, kemampuan anti-access area denial (A2/AD) TNI AL dipastikan meningkat signifikan, terutama dalam mengamankan jalur pelayaran strategis dan wilayah perbatasan yang rawan konflik.

Secara industri, kontrak ini membuka peluang bagi komponen lokal untuk terlibat dalam produksi rudal anti-kapal. Hal ini menciptakan ekosistem baru dalam rantai pasok pertahanan, mulai dari material komposit untuk badan rudal hingga sistem kontrol elektronik. Namun, tantangan dalam hal uji integrasi dan sertifikasi kualitas tetap menjadi pekerjaan rumah bagi peneliti dan insinyur nasional.

Outlook Teknologi: Ke depan, kemampuan C-705 dapat ditingkatkan melalui pengembangan varian dengan jangkauan lebih jauh (C-705A) yang diprediksi mencapai 200 km, serta penambahan data link untuk pembaruan target di tengah penerbangan. Pelaku industri pertahanan nasional harus fokus pada penguasaan teknologi propulsi dan sensor guna menciptakan rudal anti-kapal mandiri yang mampu bersaing di pasar global. Investasi dalam riset dan pengembangan (litbang) serta kolaborasi dengan lembaga riset seperti LAPAN dan BPPT menjadi kunci untuk mewujudkan kemandirian penuh sistem serangan presisi pada 2030-an.

rudal|anti-kapal|TNI AL
ENTITAS TERKAIT
Topik: rudal anti-kapal C-705, pengadaan alutsista TNI AL
Organisasi: Kementerian Pertahanan RI, TNI AL, Korps Marinir TNI AL, PT Pindad, CPMIEC
Lokasi: China, Natuna, Indonesia
ARTIKEL TERKAIT