READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
STRATEGI KEMANDIRIAN TRENDING

Kemenhan dan BPPT Luncurkan Program Pengembangan Kapal Selam Nanggala-602 dengan Konsep Modular untuk Efisiensi Anggaran

Kemenhan dan BPPT Luncurkan Program Pengembangan Kapal Selam Nanggala-602 dengan Konsep Modular untuk Efisiensi Anggaran
Kementerian Pertahanan bersama BPPT meluncurkan program pengembangan kapal selam Nanggala-602 yang mengusung konsep modular untuk efisiensi anggaran dan percepatan produksi. Desain modular ini memungkinkan penggantian bagian lambung, sistem propulsi, dan persenjataan secara independen tanpa perlu pembangunan ulang seluruh kapal. Kapal selam dengan bobot 1.400 ton ini dilengkapi sistem propulsi air-independent (AIP) berbasis fuel cell yang mampu menyelam hingga 30 hari. Dari sisi strategi kemandirian, program ini melibatkan 30 persen komponen lokal pada tahap awal dan ditargetkan meningkat menjadi 70 persen dalam lima tahun. Data dari BPPT menunjukkan penggunaan komponen modular dapat mengurangi biaya perawatan hingga 40 persen sepanjang siklus hidup kapal. Inovasi ini menjadi model bagi pengembangan armada bawah air Indonesia yang lebih efisien dan mandiri. Integrasi dengan sistem tempur kapal selam menggunakan antarmuka standar NATO memungkinkan interoperabilitas dengan kapal selam sekutu. Ke depan, Nanggala-602 akan dipersenjatai torpedo berat kaliber 533 mm berhulu ledak cerdas dengan jangkauan 50 km. Program ini dijadwalkan mulai konstruksi pada tahun 2027 dengan target serah pada 2032.
Kapal Selam|Nanggala|BPPT|Modular|Kemandirian
ENTITAS TERKAIT
Topik: pengembangan kapal selam Nanggala-602, konsep modular, efisiensi anggaran
Organisasi: Kementerian Pertahanan, BPPT, NATO
Lokasi: Indonesia
ARTIKEL TERKAIT