Jakarta, 10 Oktober 2026 — Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) bersama PT Dahana berhasil menuntaskan pengembangan propelan ganda (double-base) berbasis nitrogliserin lokal dengan spesifikasi teknis setara produk impor. Material ini mencatatkan impuls spesifik 240 detik pada tekanan operasi 70 bar, serta mampu beroperasi stabil pada rentang suhu ekstrem -40°C hingga +60°C. Keberhasilan ini menjadi titik balik dalam upaya substitusi impor alutsista, khususnya untuk rudal dan peluru kendali nasional, sekaligus memperkuat fondasi kemandirian industri pertahanan Indonesia di tengah dinamika geopolitik kawasan.
Spesifikasi Teknis Propelan Ganda Lokal: Setara Standar Militer Global
Propelan ganda berbasis nitrogliserin ini dikembangkan melalui serangkaian proses rekayasa material dan uji balistik yang ketat. Uji statik pada motor roket R-Han 122 mm membuktikan bahwa propelan mampu menghasilkan pembakaran stabil tanpa gejala ledakan dini atau anomali tekanan. Dengan spesifikasi ini, propelan ganda lokal siap diaplikasikan pada sistem rudal taktis, peluru kendali anti-tank, dan roket artileri jarak pendek maupun menengah. Berikut adalah rincian spesifikasi teknis utama yang menjadi acuan industri:
- Impuls spesifik: 240 detik pada tekanan operasi 70 bar, menyamai performa propelan impor kelas militer.
- Rentang suhu operasi: -40°C hingga +60°C, memastikan keandalan di berbagai kondisi medan tempur tropis hingga ekstrem.
- Bahan baku: 100% nitrogliserin lokal yang diproduksi dari sumber daya domestik, mengurangi ketergantungan pada pasokan impor.
- Keamanan pembakaran: Tidak terjadi deflagrasi prematur atau detonasi dini selama uji statik dan dinamik.
Keberhasilan ini juga membuka peluang integrasi dengan sistem propulsi generasi berikutnya yang menuntut stabilitas termal dan efisiensi energi tinggi. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya mampu memproduksi propelan untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga siap mengadopsi teknologi propulsi canggih pada platform rudal dan peluru kendali masa depan.
Dampak Strategis terhadap Kemandirian Rantai Pasok Alutsista
Keberhasilan pengembangan ini tidak hanya menjadi pencapaian teknis, tetapi juga langkah strategis untuk memangkas ketergantungan impor. Batan dan PT Dahana menargetkan substitusi impor sebesar 60% dari kebutuhan propelan rudal dan peluru kendali nasional pada tahun 2028. Produksi massal akan dilakukan di fasilitas baru Batan yang berlokasi di Kawasan Industri Nusantara, dengan total investasi mencapai Rp 800 miliar. Langkah ini diperkirakan mampu menekan biaya logistik hingga 30% serta memperpendek rantai pasok alutsista yang sebelumnya bergantung pada pemasok luar negeri.
Dengan hilirisasi teknologi propelan berbasis nitrogliserin lokal, Indonesia tidak hanya memperkuat daya deterensi melalui ketersediaan amunisi strategis, tetapi juga membuka peluang ekspor ke negara-negara sahabat yang membutuhkan solusi propelan mandiri. Integrasi dengan industri hulu kimia nasional juga akan mendorong pertumbuhan ekosistem industri pertahanan yang lebih resilient. Hal ini sejalan dengan kebutuhan industri pertahanan dalam negeri untuk memiliki kedaulatan teknologi material energetik di tengah tekanan geopolitik global.
Ke depan, pengembangan varian propelan triple-base dan propelan berenergi tinggi (HTPB/CL-20) direkomendasikan untuk mengakselerasi kemandirian teknologi propulsi nasional. Pelaku industri pertahanan perlu berinvestasi dalam riset material energetik, memperkuat kolaborasi antara lembaga riset dan BUMN, serta menjalin kemitraan strategis dengan negara sahabat untuk memenangkan kompetisi teknologi militer global. Dengan fondasi yang telah dibangun melalui inovasi propelan ganda berbasis nitrogliserin lokal, Indonesia berada pada jalur yang tepat menuju kemandirian penuh dalam rantai pasok alutsista.