READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

Inovasi Material untuk Pembuatan Peluru Kendali Artileri oleh PT Pindad

Inovasi Material untuk Pembuatan Peluru Kendali Artileri oleh PT Pindad

PT Pindad menginovasi peluru kendali artileri dengan material composite via additive manufacturing, fins guidance smart composite yang dapat morphing, dan propellant stabil, ditujukan untuk meningkatkan kinerja precision strike dan mengurangi biaya. Inovasi ini dirancang untuk integrasi dengan sistem GPS/INS PT LEN dan mendukung artileri modern TNI AD seperti howitzer 155mm dan mortar 120mm, memperkuat kemandirian alutsista dan menawarkan alternatif kompetitif terhadap produk impor.

PT Pindad menegaskan langkah strategisnya dalam revolusi material untuk alutsista dengan pengumuman riset terkini pada peluru kendali artileri (guided artillery shell). Fokus inovasi berada pada triad teknologi: casing shell composite via additive manufacturing, fins guidance berbasis smart composite yang mampu morphing, dan propellant dengan burn rate ultra-stabil. Kombinasi ini tidak hanya mendongkrak kinerja precision artillery, tetapi juga menargetkan reduksi signifikan pada biaya produksi, menjadikan guided shell produksi lokal sebagai alternatif kompetitif terhadap produk impor.

Material Revolusioner: Dari Additive Manufacturing hingga Smart Composite

Core inovasi PT Pindad terletak pada pendekatan material yang disruptive. Casing shell, komponen utama yang menentukan integritas struktural dan payload capacity, kini dibangun dari campuran serbuk logam high-strength dan polymer composite melalui proses additive manufacturing spesialis. Metode 3D printing ini menghasilkan struktur dengan densitas optimal—lebih ringan namun dengan kekuatan tensile dan compressive yang setara atau bahkan melampaui casing metal konvensional. Implikasi teknis langsung adalah peningkatan kapasitas: shell dapat mengangkut lebih banyak payload eksplosif atau fuel propellant untuk extended operational range tanpa mengorbankan keamanan. Pada sisi guidance, fins tradisional metal digantikan oleh smart composite. Material ini dirancang untuk melakukan deformasi mikro (morphing) berdasarkan instruksi real-time dari microcomputer guidance system embedded di dalam shell. Fine-tuning pada bentuk fins ini memungkinkan koreksi trajectory yang lebih presisi, terutama pada fase terminal approach menuju target.

  • Casing Shell: Composite via Additive Manufacturing, weight reduction ~15%, strength retention 100%.
  • Fins Guidance: Smart Composite dengan kemampuan morphing untuk koreksi aerodinamis mikro.
  • Propellant: Formula baru dengan thrust curve predictability meningkat >40%, mengurangi dispersi.
  • Guidance System: Integrasi GPS/INS miniatur dari PT LEN dengan data-link untuk in-flight target update.

Integrasi Sistem dan Target Operasional: Meningkatkan Precision Strike Capability

Peluru kendali artileri ini bukan hanya produk material canggih, tetapi sistem integratif yang menghubungkan inovasi material dengan teknologi guidance mutakhir. Shell ini dirancang untuk dipasangkan dengan sistem guidance GPS/INS (Global Positioning System/Inertial Navigation System) miniatur yang dikembangkan oleh PT LEN Industri. Sistem ini memberikan navigasi mandiri dengan akurasi tinggi, dilengkapi kemampuan komunikasi data-link. Fitur ini memungkinkan operator artileri untuk mengirimkan update target atau koreksi koordinat saat shell masih dalam fase flight (in-flight target update), meningkatkan fleksibilitas taktis secara dramatis. Target operasional pengembangan ini adalah mendukung platform artileri modern TNI AD, terutama howitzer kaliber 155mm dan sistem mortar 120mm. Implementasi guided shell ini akan mengubah paradigm operasional dari area saturation ke precision strike, memungkinkan engagement terhadap target titik dengan confidence level tinggi dan cost per round yang jauh lebih ekonomis dibandingkan guided shells imported, sekaligus memperkuat kemandirian supply rantai logistik pertahanan.

Outlook teknologi untuk pengembangan guided artillery shell oleh PT Pindad menunjukkan potensi untuk menjadi benchmark dalam industri pertahanan nasional. Keberhasilan R&D ini dapat menjadi catalyst untuk adopsi additive manufacturing dan smart material pada lebih banyak komponen alutsista lainnya. Untuk pelaku industri pertahanan nasional, kolaborasi lintas sektor seperti antara PT Pindad (material & manufacturing) dan PT LEN (guidance & electronics) harus diintensifkan dan diformalisasi dalam roadmap kemandirian teknologi. Fokus berikutnya harus pada scaling produksi, pengujian operasional ekstensif, dan integrasi dengan sistem command & control artileri digital untuk menciptakan ecosystem precision strike yang fully indigenous.

artillery|guided shell|material|PT Pindad|R&D|precision artillery
ENTITAS TERKAIT
Topik: inovasi material, pembuatan peluru kendali artileri, guided artillery shell, composite material, casing shell, fins guidance, propellant, burn rate, additive manufacturing, 3D printing, morphing, trajectory, guidance system, thrust curve, GPS/INS, data-link, precision strike
Organisasi: PT Pindad, PT LEN, TNI AD
ARTIKEL TERKAIT