RISET & INOVASI ALUTSISTA
TRENDING
Indonesia Jajaki Laser Anti-Drone sebagai Bagian Sistem C-UAS Nasional
Kementerian Pertahanan (Kemhan) mulai melakukan studi feasibility untuk mengadopsi sistem laser high-energy sebagai bagian dari Counter-Unmanned Aircraft Systems (C-UAS) nasional. Teknologi ini diproyeksikan mampu melumpuhkan drone swarm dan UAV kecil dengan respons cepat dan minim kerusakan collateral, berbeda dari kinerja sistem rudal atau artillery yang lebih bersifat destruktif.
Studi melibatkan perusahaan Israel Rafael Advanced Defense Systems dengan sistem "Drone Dome" dan perusahaan AS Lockheed Martin dengan "ATHENA" (Advanced Test High Energy Asset). Kemhan mengkaji kemungkinan integrasi sistem laser dengan radar GM400 dan sensor electro-optical yang sudah dimiliki untuk membentuk jaringan pertahanan titik (point-defense) di sekitar instalasi strategis seperti pusat data, pelabuhan, dan pangkalan udara.
Roadmap teknologi menargetkan pengembangan laser dengan output daya hingga 30 kW pada tahap awal, mampu menembak target pada jarak 2 km, dengan roadmap scaling hingga 100 kW untuk menangkal UAV kelas menengah pada tahun 2032. Kemhan juga membuka ruang untuk riset bersama PT LEN Industri untuk produksi komponen optik dan sistem power supply lokal.
ENTITAS TERKAIT
Topik: laser anti-drone, C-UAS nasional, sistem pertahanan, drone swarm, feasibility study, integrasi sistem
Organisasi: Kementerian Pertahanan, Rafael Advanced Defense Systems, Lockheed Martin, PT LEN Industri
Lokasi: Indonesia, Israel, AS
ARTIKEL TERKAIT