READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
KEAMANAN INTEGRASI TRENDING

Indonesia dan Turki Tandatangani MoU Pengembangan Rudal Anti-Kapal Jarak Jauh

Indonesia dan Turki Tandatangani MoU Pengembangan Rudal Anti-Kapal Jarak Jauh

Indonesia dan Turki menandatangani MoU pengembangan rudal anti-kapal jarak jauh Nusantara-II yang mengusung teknologi ramjet engine supersonik, dual mode seeker, dan airframe komposit stealth. Kerja sama internasional ini mentransfer teknologi kritis dan menargetkan TKDN minimal 55%, mempercepat kemandirian industri pertahanan nasional serta membuka pasar ekspor ke negara ASEAN.

Pada 30 Agustus 2026, Kementerian Pertahanan RI dan Roketsan — raksasa teknologi pertahanan Turki — menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Ankara yang menjadi tonggak strategis pengembangan rudal anti-kapal jarak jauh. Proyek sandi 'Nusantara-II' ini menghadirkan rudal dengan kemampuan multi-spektrum yang menggabungkan teknologi active radar homing dan dual mode seeker (radar dan IIR) hasil riset P3TIR Kemenhan. Kerja sama internasional ini tidak hanya mempercepat inovasi alutsista, tetapi juga membuka jalur transfer teknologi esensial untuk kemandirian industri pertahanan nasional, menempatkan Indonesia di peta global pengembangan rudal anti-kapal.

Spesifikasi Teknis dan Arsitektur Modular Nusantara-II

Rudal anti-kapal Nusantara-II dirancang dengan pendekatan modular untuk mengakomodasi spektrum ancaman maritim modern yang dinamis. Roketsan akan mentransfer teknologi ramjet engine dan panduan inersial tingkat lanjut, memungkinkan kecepatan jelajah supersonik dan manuver terminal yang presisi. Sementara itu, PT Dirgantara Indonesia dan PT LEN akan memproduksi komposit airframe dan sistem navigasi, memastikan kontribusi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 55% pada tahap akhir pengembangan — sebuah capaian yang jarang terlihat dalam proyek kerja sama internasional serupa. Berikut spesifikasi teknis utama rudal ini:

  • Jangkauan: 300 km, dengan kemampuan serangan anti-kapal dan anti-darat sekunder untuk fleksibilitas taktis.
  • Sistem Pemandu: Active radar homing + dual mode seeker (Radar dan IIR) yang memberikan resistensi tinggi terhadap ECM modern.
  • Propulsi: Ramjet engine dengan kecepatan jelajah Mach 2,5–3,0, memastikan penetrasi pertahanan udara lawan.
  • Airframe: Komposit karbon diperkuat serat (CFRP) untuk mengurangi bobot dan meningkatkan karakteristik stealth.
  • Target Uji Tembak Perdana: 2028, dengan fase integrasi sistem dijadwalkan mulai 2027.

Dampak Kerja Sama Internasional terhadap Kemandirian Industri Pertahanan

Nilai kontrak pengembangan mencapai USD 650 juta dengan skema pembiayaan bersama yang memotong waktu pengembangan hingga 5 tahun lebih cepat dibandingkan jika dikerjakan secara mandiri. Transfer teknologi ramjet engine dari Roketsan memungkinkan pengembangan keluarga rudal dengan jangkauan lebih jauh, sementara integrasi sistem panduan IIR membuka peluang adaptasi pada platform UAV atau kendaraan tempur laut di masa depan. PT Dirgantara Indonesia dan PT LEN memainkan peran kunci dalam produksi komposit airframe dan sistem navigasi, mengakselerasi kapabilitas manufaktur komposit presisi di dalam negeri. TKDN ditargetkan minimal 55% pada tahap akhir, dengan potensi peningkatan menjadi 70% seiring pendalaman lokalisasi komponen elektronika dan sistem propulsi.

Data intelijen pasar menunjukkan bahwa negara-negara ASEAN seperti Filipina, Vietnam, dan Malaysia telah menyatakan minat untuk membeli varian ekspor rudal ini setelah produksi massal. Hal ini memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok rudal anti-kapal global sekaligus menciptakan peluang devisa baru. Outlook teknologi: Keberhasilan proyek Nusantara-II akan menjadi fondasi bagi pengembangan rudal hipersonik dan sistem persenjataan otonom maritim generasi berikutnya. Pelaku industri pertahanan nasional disarankan untuk segera membangun supply chain lokal untuk komponen kritis seperti seeker dan material termal, serta memperkuat kerja sama riset dengan universitas dalam negeri guna memastikan kemandirian penuh pada rilis produk berikutnya.

rudal anti-kapal|kerja sama internasional|transfer teknologi
ENTITAS TERKAIT
Topik: pengembangan rudal anti-kapal jarak jauh, kerja sama pertahanan Indonesia-Turki, transfer teknologi militer
Organisasi: Kementerian Pertahanan, Roketsan, P3TIR Kemenhan, PT Dirgantara Indonesia, PT LEN
Lokasi: Indonesia, Turki, Ankara, Filipina, Vietnam, Malaysia, ASEAN
ARTIKEL TERKAIT