READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
STRATEGI KEMANDIRIAN TRENDING

Indonesia dan Korea Selatan Sepakati Co-Production Sistem Rudal Janggor-gaya TNI AD

Indonesia dan Korea Selatan Sepakati Co-Production Sistem Rudal Janggor-gaya TNI AD
Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan menandatangani kesepakatan co-production sistem rudal permukaan-ke-permukaan Janggor-gaya untuk kebutuhan TNI AD. Kesepakatan ini mencakup transfer teknologi propelan padat, sistem kendali inertial, dan hulu ledak fragmentasi, dengan target produksi 80% komponen lokal pada fase ketiga produksi. Rudal Janggor-gaya memiliki jangkauan 80-120 km dengan CEP (circular error probable) kurang dari 10 meter, dilengkapi dengan sistem pemandu GPS/INS dan terminal imaging infrared. Program co-production akan dilakukan di fasilitas PT Dahana dengan investasi awal Rp 2,5 triliun untuk pembangunan lini produksi dan pusat riset propelan. Kesepakatan ini juga mencakup pelatihan untuk 150 engineer Indonesia di Hanwha Aerospace dan pengembangan varian ekspor bersama untuk pasar ASEAN. Sistem rudal ini akan terintegrasi dengan kendaraan peluncur 8x8 produksi PT PINDAD dan sistem komando-kendali terpusat TNI AD. Proyeksi strategis menunjukkan bahwa program co-production ini akan memperkuat kemandirian Indonesia dalam teknologi rudal jarak menengah dan membuka peluang pengembangan rudal jelajah dalam negeri. Kerja sama ini juga menjadi model untuk kemitraan teknologi dengan negara lain yang tidak membawa beban geopolitik berat, sekaligus diversifikasi sumber teknologi pertahanan nasional.
Korea Selatan|Co-Production|Rudal Janggor-gaya|TNI AD
ENTITAS TERKAIT
Topik: kerja sama co-production sistem rudal Janggor-gaya TNI AD, transfer teknologi, produksi komponen lokal
Organisasi: Pemerintah Indonesia, Pemerintah Korea Selatan, TNI AD, PT Dahana, Hanwha Aerospace, PT PINDAD, ASEAN
Lokasi: Indonesia, Korea Selatan
ARTIKEL TERKAIT