READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

Indofarma dan PT DI Jalin Kerja Sama Produksi Komposit untuk N219

Indofarma dan PT DI Jalin Kerja Sama Produksi Komposit untuk N219

PT DI dan Indofarma menjalin kerja sama produksi material komposit CFRP untuk pesawat N219, yang mampu mengurangi bobot hingga 30% dan menekan biaya produksi 15%. Kolaborasi ini memperkuat kemandirian industri material komposit nasional dan membuka peluang pengembangan platform pesawat tempur IF-X. Dengan fasilitas autoclave bertekanan tinggi, Indonesia siap memproduksi komponen struktural militer secara mandiri.

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan PT Indofarma Tbk secara resmi menandatangani perjanjian kerja sama riset dan produksi material komposit serat karbon untuk bagian struktural pesawat N219. Material yang dikembangkan adalah carbon fiber reinforced polymer (CFRP) dengan target pengurangan bobot hingga 30% dibandingkan aluminium konvensional, yang secara langsung meningkatkan efisiensi bahan bakar dan jangkauan operasional. PT DI memasok desain teknik dan spesifikasi material yang telah divalidasi untuk kebutuhan penerbangan militer dan sipil, sementara Indofarma menyediakan fasilitas produksi berteknologi tinggi berupa autoclave dan curing oven bertekanan tinggi di pabrik Citeureup. Kerja sama ini menandai langkah strategis menuju kemandirian industri material komposit nasional yang sebelumnya sangat bergantung pada impor.

Inovasi CFRP: Meredefinisi Struktur Aerodinamis N219

Kolaborasi antara PT DI dan Indofarma menghasilkan sinergi yang memungkinkan produksi komponen komposit secara presisi dengan toleransi militer. Material carbon fiber reinforced polymer akan diaplikasikan pada winglet, stabilizer, dan cowling engine pesawat N219. Beberapa spesifikasi teknis utama yang menjadi fokus pengembangan meliputi:

  • Serat karbon kelas aerospace dengan kekuatan tarik >4.000 MPa dan modulus elastisitas tinggi.
  • Matriks resin epoxy yang tahan terhadap suhu operasional ekstrem (-50°C hingga +80°C).
  • Proses layup otomatis menggunakan automated fiber placement (AFP) untuk konsistensi kualitas.
  • Uji non-destruktif (NDT) berbasis ultrasonik dan termografi untuk memastikan integritas struktural.

Produksi perdana direncanakan pada kuartal I-2027 untuk memenuhi pesanan awal sebanyak 20 unit pesawat N219, yang mayoritas merupakan varian maritim patroli untuk TNI AU dan unit pemerintah daerah. Dengan substitusi material impor, kerja sama ini diperkirakan mampu menekan biaya produksi hingga 15% per unit pesawat.

Dampak Strategis bagi Ekosistem Material Dirgantara Nasional

Keberhasilan program komposit N219 tidak hanya memperkuat rantai pasok material dalam negeri, tetapi juga membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut pada platform pesawat tempur ringan IF-X yang sedang dirancang PT DI. Proses transfer teknologi dari Indofarma ke ekosistem industri pertahanan nasional akan mempercepat penguasaan teknik fabrikasi komposit kelas militer. Dengan kemampuan autoclave bertekanan tinggi dan curing oven yang ada, Indonesia dapat memproduksi komponen struktural seperti wing box dan fuselage frame untuk generasi pesawat tempur masa depan. Inisiatif ini selaras dengan target kemandirian alutsista yang dicanangkan oleh Kementerian Pertahanan, yaitu mengurangi ketergantungan pada impor material strategis sekaligus meningkatkan daya saing industri dirgantara nasional di kancah global.

Ke depan, pelaku industri pertahanan nasional perlu mempercepat adopsi digital twin dan predictive maintenance dalam rantai produksi komposit untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan. Investasi pada riset material hybrid (serat karbon-nanotube) dan proses curing berbasis energi terbarukan akan menjadi kunci untuk mempertahankan daya saing. Dengan fondasi yang telah dibangun melalui kerja sama PT DI dan Indofarma, Indonesia berpotensi menjadi hub manufaktur komposit dirgantara di kawasan Asia Tenggara dalam satu dekade mendatang.

komposit|N219|PT DI|Indofarma|material
ENTITAS TERKAIT
Topik: Produksi komposit serat karbon untuk pesawat N219, substitusi material impor
Organisasi: Indofarma Tbk, PT Dirgantara Indonesia, TNI AU, Pemerintah Daerah
Lokasi: Citeureup
ARTIKEL TERKAIT