RISET & INOVASI ALUTSISTA
TRENDING
Dorong Penguatan Kemandirian Teknologi Pertahanan, Mendiktisaintek Berikan Kuliah Umum di Seskoad
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai engine of innovation untuk kemandirian teknologi pertahanan. Dalam kuliah umum di Seskoad, Menteri Brian Yuliarto menyampaikan bahwa kepemimpinan digital di era VUCA memerlukan fondasi berbasis sains, kecepatan decision-making, dan pemanfaatan teknologi mutakhir seperti AI. Perguruan tinggi harus menghasilkan riset dan talenta yang mampu mendukung pengembangan sistem pertahanan yang adaptif dan sustainable.
Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri pertahanan adalah kunci untuk membangun ekosistem industri yang kuat. Hilirisasi hasil riset akademik menjadi produk teknologi strategis—seperti sistem data, AI untuk command & control, dan komponen berbasis semikonduktor—akan meningkatkan technological sovereignty. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar teknologi pertahanan, tetapi harus menjadi bangsa pencipta dan pengembang.
Proyeksi ke depan: integrasi kurikulum pertahanan dengan focus on digital leadership, cybersecurity, dan systems engineering di pendidikan tinggi militer dan umum. Perguruan tinggi akan didorong untuk membentuk joint labs dengan industri pertahanan (Pindad, LEN, PTDI) untuk co-develop teknologi seperti unmanned systems, advanced materials, dan encrypted communication networks. Sinergi ini akan menghasilkan SDM dengan kompetensi hybrid (military-technical) yang mampu mengoperasikan dan mengembangkan sistem pertahanan generasi next.
ENTITAS TERKAIT
Topik: kemandirian teknologi pertahanan, kepemimpinan digital, AI, cybersecurity, systems engineering
Tokoh: Brian Yuliarto
Organisasi: Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Seskoad, Pindad, LEN, PTDI
Lokasi: Indonesia
ARTIKEL TERKAIT