READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
DATA INTELEJEN PASAR TRENDING

Data Intelijen Pasar: Permintaan Rudal Anti-Kapal Indonesia Meningkat 40% Akibat Ketegangan Laut China Selatan

Data Intelijen Pasar: Permintaan Rudal Anti-Kapal Indonesia Meningkat 40% Akibat Ketegangan Laut China Selatan
Berdasarkan data intelijen pasar yang dirilis oleh Lembaga Analisis Industri Pertahanan (LAIP) pada hari ini, permintaan rudal anti-kapal di Indonesia meningkat 40% secara tahunan selama semester I 2026. Peningkatan ini dipicu oleh ketegangan di Laut China Selatan dan modernisasi TNI AL. Rudal tipe C-705 buatan PTDI dan C-802 buatan China menjadi primadona, dengan kontrak baru mencapai Rp8 triliun. Proyeksi 2027 menunjukkan permintaan akan terus naik 15% dengan munculnya varian supersonik. Indonesia juga mulai mengembangkan rudal anti-kapal jarak jauh (200 km) bekerja sama dengan Turki. Data ini menjadi acuan bagi investor dan industri untuk merencanakan kapasitas produksi. Pasar rudal global diperkirakan tumbuh 6% per tahun, dengan Asia Tenggara sebagai pasar tercepat.
intelijen pasar|rudal anti-kapal|Laut China Selatan|data industri
ENTITAS TERKAIT
Topik: Permintaan rudal anti-kapal Indonesia meningkat akibat ketegangan Laut China Selatan
Organisasi: Lembaga Analisis Industri Pertahanan (LAIP), PTDI, TNI AL
Lokasi: Indonesia, Laut China Selatan, China, Turki, Asia Tenggara
ARTIKEL TERKAIT