PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menegaskan positioningnya sebagai provider solusi pertahanan end-to-end di Defence Services Asia (DSA) 2026, dengan menampilkan sistem roket 70 mm (FFAR) yang kini telah mencapai tingkat kemandirian produksi tinggi. Evolusi teknologi dari lisensi Belgia ke produksi mandiri ini merepresentasikan lompatan strategis dalam mata rantai industri alutsista nasional, khususnya pada domain amunisi udara presisi untuk platform helikopter serbu dan pesawat patroli maritim.
Evolusi Teknis: Dari Lisensi Belgia ke Produksi Mandiri Roket FFAR
Produk roket 70mm bermula dari lisensi Forges de Zeebrugge (FZ) Belgia pada era 1980-an, namun PTDI telah melakukan transformasi teknologi yang sistematis. Perusahaan kini menguasai full-cycle manufacturing untuk komponen-komponen kritis, menghasilkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang signifikan sebagai indikator kemandirian industri. Proses produksi mencakup tiga domain teknis utama:
- Motor Roket: Penguasaan teknologi propelan dan sistem pembakaran untuk menghasilkan daya dorong yang konsisten sesuai spesifikasi militer.
- Hulu Ledak: Kapabilitas produksi dan integrasi berbagai jenis hulu ledak, dari High Explosive (HE) hingga varian khusus untuk target spesifik.
- Sirip Stabilisator: Desain dan manufacturing komponen aerodinamis yang menentukan akurasi dan stabilitas roket selama fase penerbangan.
Platform Integrasi & Prospek Ekspor untuk Pasar Regional
Roket FFAR 2,75 inch merupakan ammunisi udara standar dengan multi-platform capability. Integrasi utama dilakukan pada:
- Helikopter Serbu: Sebagai sistem senjata utama untuk helikopter tempur dalam operasi close air support dan anti-armor.
- Pesawat Patroli Maritim CN-235: Memperluas kapabilitas pesawat patroli menjadi platform multi-role dengan kemampuan strike terhadap target maritim dan darat.
Outlook teknologi untuk produk roket FFAR PTDI berorientasi pada next-generation munition dengan integrasi sistem guidance semi-aktif atau laser untuk meningkatkan akurasi presisi. Rekomendasi strategis bagi pelaku industri pertahanan nasional adalah fokus pada pengembangan varian smart munition dengan sensor fusion dan data link untuk integrasi dengan sistem C4ISR modern. Langkah ini akan memperkuat positioning produk Indonesia di pasar global yang semakin mengarah pada ammunition dengan tingkat kecerdasan dan network-centric capability tinggi.