READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

BPPT Kembangkan Rudal Anti-Kapal C-705 Turbojet dengan Jangkauan 300 km

BPPT Kembangkan Rudal Anti-Kapal C-705 Turbojet dengan Jangkauan 300 km

BPPT mengembangkan rudal anti-kapal C-705 varian turbojet dengan jangkauan 300 km, mesin 2,5 kN hasil kolaborasi dengan PTDI, serta akurasi CEP 5 meter. Proyek ini merupakan bagian dari Strategi Kemandirian industri pertahanan dengan investasi Rp1,3 triliun dan target produksi massal 2029, sekaligus menawarkan biaya akuisisi 35% lebih rendah dibanding kompetitor global.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) secara resmi mengumumkan pengembangan rudal anti-kapal C-705 varian turbojet pada 22 September 2026 di Pusat Teknologi Roket dan Rudal, Serpong. Lompatan strategis ini mengonversi sistem propulsi dari motor roket solid menjadi mesin turbojet mikro berdaya dorong 2,5 kN, hasil kolaborasi Riset Inovasi Alutsista bersama PT Dirgantara Indonesia. Peningkatan daya dorong secara drastis memperpanjang jangkauan dari 120 km menjadi 300 km, menjadikannya platform serang maritim generasi baru dengan kemampuan penetrasi pertahanan udara lapis bawah yang lebih mematikan. Rudal ini dirancang terbang pada kecepatan jelajah Mach 0,8 dengan ketinggian sea-skimming hanya 5 meter, menghasilkan jejak inframerah sangat rendah dan sulit dideteksi radar lawan.

Spesifikasi Teknis dan Keunggulan Operasional C-705 Turbojet

Secara teknis, C-705 Turbojet membawa inovasi yang meningkatkan akurasi dan survivabilitas secara signifikan. Sistem navigasi menggabungkan INS, GPS, dan Imaging Infrared (IIR) untuk panduan terminal, memungkinkan rudal mengenali target secara visual pada fase akhir. Hasil uji terbang tahap I pada Agustus lalu mencatat akurasi Circular Error Probable (CEP) hanya 5 meter, setara dengan rudal kelas dunia seperti Exocet atau Harpoon. Hulu ledak semi-armor piercing seberat 165 kg mampu menembus lambung kapal perang hingga kategori fregat. Berikut rincian spesifikasi kunci rudal ini:

  • Jangkauan: 300 km (peningkatan 150% dari varian roket solid)
  • Kecepatan jelajah: Mach 0,8 (subsonik tinggi)
  • Ketinggian terbang: Sea-skimming 5 meter
  • Hulu ledak: Semi-armor piercing 165 kg
  • Sistem navigasi: INS/GPS/IIR (guidance terminal)
  • Akurasi CEP: 5 meter (hasil uji terbang tahap I)
  • Mesin: Turbojet mikro 2,5 kN (buatan BPPT-PTDI)

Keandalan sistem propulsi turbojet memungkinkan rudal mempertahankan kecepatan tinggi sepanjang lintasan, berbeda dengan roket solid yang hanya memberikan dorongan singkat. Hal ini memperluas opsi taktis, termasuk kemampuan diluncurkan dari platform darat, kapal, atau pesawat. Bobot yang lebih ringan dan jejak termal lebih kecil membuat C-705 Turbojet menjadi ancaman serius bagi sistem pertahanan lawan yang mengandalkan detektor inframerah.

Strategi Kemandirian dan Data Intelejen Pasar Rudal Anti-Kapal Nasional

Proyek ini bukan sekadar Riset Inovasi Alutsista, tetapi bagian integral dari Strategi Kemandirian industri pertahanan nasional. Dengan investasi riset senilai Rp 1,3 triliun, BPPT menargetkan produksi massal di PT Pindad pada tahun 2029. Langkah ini menjawab kebutuhan mendesak TNI AL akan rudal anti-kapal yang mampu bermanuver rendah dan sulit dideteksi radar. Data Intelejen Pasar menunjukkan bahwa kompetitor utama di kelas ini adalah Exocet MM40 Block 3 dan Harpoon Block II, namun C-705 Turbojet menawarkan biaya akuisisi 35% lebih rendah. Keunggulan biaya ini menjadi faktor disruptif dalam pasar rudal anti-kapal global, terutama bagi negara berkembang yang membutuhkan solusi terjangkau tanpa mengorbankan performa.

Ke depan, kesuksesan program ini akan menjadi batu loncatan bagi pengembangan rudal jelajah supersonik berbasis turbojet yang ditargetkan rampung pada 2032. Pelaku industri pertahanan nasional disarankan untuk segera mengamankan rantai pasok komponen kritis seperti engine blade dan sistem avionik miniatur guna mempercepat produksi massal dan menekan ketergantungan impor. Dengan momentum Strategi Kemandirian yang terus diperkuat, C-705 Turbojet berpotensi menjadi primadona ekspor alutsista Indonesia ke pasar Asia-Pasifik dan Afrika.

Riset Inovasi Alutsista|Strategi Kemandirian|Data Intelejen Pasar
ENTITAS TERKAIT
Topik: industri pertahanan, rudal anti-kapal, teknologi militer, pengembangan persenjataan
Organisasi: BPPT, PTDI, TNI AL, PT Pindad
Lokasi: Serpong
ARTIKEL TERKAIT